banner-sheroes-yoga
Kesehatan

Profil Puskesmas Indonesia 2025: Jumlah Bertambah, Kesenjangan Akses Dokter Masih Bayangi Daerah

Simak data Profil Kesehatan Indonesia 2025 mengenai jumlah Puskesmas, rasio per kecamatan, dan ketimpangan ketersediaan tenaga dokter di daerah.

tenaga kesehatan (nakes)
Ilustrasi - Tenaga kesehatan (nakes) memberikan vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine) kepada bayi di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (12/9/2022). ANTARA/Yogi Rachman.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas memiliki kedudukan strategis sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan serta pelayanan kesehatan masyarakat dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerja masing-masing.

Sebagaimana dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan dalam publikasi berjudul “Profil Kesehatan Indonesia 2025”, Puskesmas menjalankan tiga peran utama. Peran tersebut meliputi pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, pusat pemberdayaan masyarakat, serta pusat pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi secara menyeluruh dalam sistem kesehatan nasional.

Tren Pertumbuhan dan Perkembangan Jumlah Puskesmas

Fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2025, jumlah Puskesmas di seluruh Indonesia tercatat mencapai 10.337 unit. Angka ini terdiri atas 4.316 unit Puskesmas rawat inap dan 6.021 unit Puskesmas nonrawat inap.

Jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2021 yang mencatatkan total 10.292 unit (4.200 unit rawat inap dan 6.092 unit nonrawat inap), terjadi peningkatan secara keseluruhan pada jumlah fasilitas kesehatan primer di tanah air. Berikut adalah data rincian perkembangan jumlah Puskesmas di Indonesia pada periode 2021 hingga 2025.

TahunPuskesmas Rawat InapPuskesmas Nonrawat InapTotal Jumlah Puskesmas
20214.2006.09210.292
20224.3026.07210.374
20234.2105.97010.180
20244.2526.01610.268
20254.2756.02510.337

Rasio Puskesmas per Kecamatan dan Kesenjangan Akses Wilayah

Rasio Puskesmas per kecamatan menjadi indikator penting untuk menggambarkan tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer. Secara nasional, rasio Puskesmas per kecamatan di Indonesia pada tahun 2025 telah mencapai angka 1,41. Angka ini menunjukkan bahwa secara rata-rata nasional, target minimal ketersediaan satu Puskesmas di setiap kecamatan telah terpenuhi.

Meski demikian, pencapaian nasional tersebut masih menyimpan kesenjangan ketersediaan yang cukup nyata antarwilayah. Provinsi Bali mencatatkan rasio tertinggi sebesar 2,11, disusul oleh Maluku dengan rasio 2,03. Sebaliknya, wilayah di kawasan timur Indonesia seperti Papua Pegunungan mencatatkan rasio terendah yakni 0,73, diikuti Papua Barat sebesar 0,89.

Rasio di bawah angka 1,00 menandakan bahwa belum semua kecamatan di wilayah tersebut memiliki setidaknya satu Puskesmas. Aksesibilitas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, luas wilayah, ketersediaan sarana dan prasarana dasar, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

PeringkatProvinsiRasio Puskesmas per Kecamatan
1Bali2,11
2Maluku2,03
3Kalimantan Timur1,79
4Jawa Barat1,76
5Banten1,63
6Sumatera Barat1,56
7DI Yogyakarta1,55
8Kalimantan Selatan1,55
9Jawa Tengah1,53
10Nusa Tenggara Barat1,51
11Kalimantan Tengah1,51
12Sulawesi Selatan1,51
13Sumatera Selatan1,47
14Jawa Timur1,47
15Kalimantan Barat1,45
16Jambi1,44
17Sulawesi Barat1,42
18Riau1,41
19Lampung1,41
20Nusa Tenggara Timur1,40
21Bengkulu1,39
22Sulawesi Tenggara1,39
23Sumatera Utara1,36
24Kepulauan Bangka Belitung1,36
25Maluku Utara1,27
26Aceh1,26
27Sulawesi Tengah1,24
28Gorontalo1,23
29Kepulauan Riau1,20
30Sulawesi Utara1,19
31Papua1,17
32Kalimantan Utara1,05
33Papua Selatan1,04
34DKI Jakarta1,00
35Papua Tengah0,97
36Papua Barat Daya0,90
37Papua Barat0,89
38Papua Pegunungan0,73
-Rasio Nasional1,41

Tantangan Pemenuhan Dokter di Puskesmas

Selain ketersediaan fisik bangunan Puskesmas, ketersediaan tenaga medis berupa dokter menjadi faktor krusial dalam menjamin mutu pelayanan. Secara nasional, persentase Puskesmas tanpa dokter pada tahun 2025 berada pada angka 3,74 persen.

Tantangan pemenuhan tenaga dokter ini terkonsentrasi secara signifikan di wilayah Indonesia bagian timur. Provinsi Papua Pegunungan menempati posisi teratas dengan persentase Puskesmas tanpa dokter mencapai 66,67 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh Papua Tengah sebesar 33,07 persen, serta Papua Selatan sebesar 24,71 persen.

Di sisi lain, beberapa provinsi telah berhasil memenuhi kebutuhan seluruh Puskesmas dengan tenaga dokter sehingga mencatatkan angka nol persen untuk Puskesmas tanpa dokter. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, Bali, dan Kalimantan Selatan.

PeringkatProvinsiPersentase Puskesmas Tanpa Dokter (%)
1Papua Pegunungan66,67
2Papua Tengah33,07
3Papua Selatan24,71
4Papua Barat Daya24,37
5Papua12,20
6Nusa Tenggara Timur11,11
7Papua Barat11,11
8Maluku7,47
9Maluku Utara4,67
10Kalimantan Utara3,45
11Bengkulu3,35
12Gorontalo3,16
13Sulawesi Tengah2,28
14Sulawesi Tenggara2,27
15Kalimantan Timur2,13
16Kalimantan Barat1,98
17Kalimantan Tengah1,95
18Sumatera Barat1,79
19Jambi1,44
20Sulawesi Selatan1,27
21Sumatera Utara1,13
22Nusa Tenggara Barat1,13
23Kepulauan Riau1,04
24Sulawesi Barat1,02
25Sulawesi Utara0,99
26Lampung0,62
27Sumatera Selatan0,56
28Aceh0,55
29Riau0,41
30Jawa Barat0,18
31Jawa Timur0,10
32Kepulauan Bangka Belitung0,00
33DKI Jakarta0,00
34Jawa Tengah0,00
35DI Yogyakarta0,00
36Banten0,00
37Bali0,00
38Kalimantan Selatan0,00
-Rata-Rata Nasional3,74

Baca berita dan informasi lainnya mengenai puskesmas dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.