Kemenkeu Suntik LPDP Rp15 Triliun untuk Dana Abadi Pendidikan
Kemenkeu tambah dana abadi LPDP Rp15 triliun, dorong total penerima beasiswa tembus lebih dari 37 ribu orang hingga akhir Agustus 2026.

Periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan tambahan dana abadi sebesar Rp15 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga 31 Agustus 2026. Total penerima beasiswa yang didanai lembaga ini kini mencapai lebih dari 37 ribu orang, termasuk awardee kolaborasi.
Pejabat Kementerian Keuangan Suahasil menjelaskan, pembiayaan lewat LPDP masuk kategori investasi APBN untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
"APBN untuk LPDP itu sudah dialokasikan masuk dana abadi tambahan Rp15 triliun. LPDP mendanai 20.792 awardee dan juga ada awardee kolaborasi, jadi totalnya sudah lebih dari 37 ribu," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, pekan lalu.
Secara keseluruhan, realisasi pengeluaran investasi untuk kesejahteraan masyarakat hingga 31 Agustus 2026 tercatat Rp62,6 triliun. Dana tersebut disalurkan lewat tujuh lembaga dan program, yakni Bulog, LPDP, FLPP, LMAN, LKI, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Suahasil memaparkan, pembiayaan investasi itu diarahkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, ketahanan pangan, perumahan, hingga pembangunan infrastruktur.
Porsi investasi terbesar mengalir ke Perum Bulog sebagai operator investasi pemerintah (OIP), dengan realisasi Rp22,7 triliun. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan cadangan beras pemerintah.
Suahasil menerangkan, investasi ke Bulog bertujuan menjaga ketersediaan cadangan beras sekaligus menstabilkan harga di pasaran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi musim kemarau yang diproyeksikan berlangsung cukup panjang.
Pemerintah juga merealisasikan investasi Rp11 triliun lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari dana tersebut, penyaluran sudah mencapai 139.946 unit rumah senilai Rp17,4 triliun yang tersebar di 35 provinsi.
Investasi pemerintah lewat LKI tercatat Rp2,2 triliun. PT SMI memperoleh Rp1,1 triliun, sementara BPDLH memperoleh Rp1 triliun.
Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) turut menerima realisasi investasi Rp9,6 triliun. Dana ini dipakai untuk mendukung pengadaan lahan bagi Proyek Strategis Nasional (PSN).
"LMAN adalah untuk mendukung proyek strategis pemerintah supaya proyek strategis pemerintah pertanahannya itu bisa ter-cover dengan baik," kata Suahasil.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Suahasil Nazara, dan APBN dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.