Nusron Wahid Akui Sudah Mundur dari Pengurus Golkar
Menteri ATR Nusron Wahid mengonfirmasi sudah tidak menjadi pengurus Golkar, namun bungkam soal alasan mundur di tengah penggeledahan KPK di kantornya.

Periskop.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid mengonfirmasi sudah tidak menjabat sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Ia belum menjelaskan status keanggotaannya di partai berlambang pohon beringin tersebut hingga kini.
Nusron menyebutkan, dirinya sudah membahas soal keanggotaannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sejak tahun lalu. Ia enggan menjawab pertanyaan soal alasan di balik langkah tersebut maupun status keanggotaannya saat ini.
"Selebihnya lebih baik tanyakan kepada Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu," kata Nusron saat ditemui usai rapat Badan Legislasi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9).
Kerumunan wartawan yang terus mencecar pertanyaan soal keanggotaan Nusron di Golkar dan pengetahuannya tentang dugaan korupsi di Kementerian ATR sampai menutup akses keluar Gedung DPR. Raut wajahnya yang sempat tertawa berubah datar saat menghadapi para pewarta.
"Mohon maaf, saya punya privasi untuk jalan. Boleh tidak saya jalan," ujarnya.
DPP Partai Golkar kemudian menyatakan Nusron memang sudah mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji mengungkapkan, Nusron yang sebelumnya menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP itu kini sudah jadi kader biasa.
"Sudah lama (mundur). Seingat saya lebih dari enam bulan lalu," kata Sarmuji, Sabtu (19/9).
Sarmuji menerangkan, Nusron mengajukan langsung pengunduran dirinya kepada Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum Golkar. Ia mengaku tak mengetahui alasan pasti di balik keputusan tersebut.
"Mungkin ingin fokus ke hal lain," katanya.
Nusron tak terlihat saat komisi antirasuah menggeledah kantornya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/9). Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, sang menteri sudah tidak tampak di kantor sejak pagi menjelang penggeledahan berlangsung.
Politikus Golkar itu juga absen dari rapat dengan DPR selama dua hari berturut-turut. Wakil Menteri ATR Ossy Dermawan menggantikannya dalam rapat bersama parlemen tersebut.
Di tengah hilangnya Nusron dari publik, muncul kabar ia akan menanggalkan jabatannya di kabinet meski waktunya belum diketahui pasti. Anggota Komisi I DPR dari Golkar Dave Laksono mengaku belum mendengar kabar tersebut.
"Saya belum dengar," kata Dave, Jumat (18/9).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR Uunk Din Parunggi menyebutkan belum ada pernyataan pengunduran diri dari Menteri Nusron dalam waktu dekat. Pihaknya, kata Uunk, kini fokus menjalankan pelayanan masyarakat di bidang pertanahan.
Nusron baru terlihat di publik pasca salat Jumat di kompleks Kementerian ATR, Jumat (18/9). Ia berencana mengikuti dan membantu proses penegakan hukum yang sedang dijalankan KPK.
"Belum ada pernyataan pengunduran diri oleh Menteri Nusron. Pengubahan susunan menteri itu haknya Presiden," kata Uunk di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9).
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nusron Wahid, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.