Iklan
Kesehatan

Kasus Influenza Naik, Kemenkes Sebut Masih Terkendali, H1N1 Dominan

Kasus influenza Indonesia meningkat pada September 2026 dan H1N1pdm09 mendominasi. Kemenkes menyebut aktivitas influenza masih rendah dan terkendali

Kasus Influenza Naik, Kemenkes Sebut Masih Terkendali, H1N1 Dominan
Ilustrasi sampel virus influenza A(H3N2) subclade K yang menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tengah meningkatnya temuan kasus influenza di Indonesia. dok. Kemenkes
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kasus influenza di Indonesia menunjukkan tren meningkat pada September 2026. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan tingkat aktivitas influenza secara nasional hingga minggu ke-36 atau M-36 masih berada dalam kategori rendah dan situasi dinilai terkendali.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, peningkatan kasus juga terlihat secara global dan masih sesuai dengan pola musiman influenza. Virus yang paling banyak ditemukan di Indonesia saat ini adalah Influenza A subtipe H1N1pdm09.

"Kemenkes terus melakukan surveilans untuk memantau perkembangan kasus dan karakteristik virus, termasuk tingkat keparahannya," ujarnya.

Data terbaru sistem surveilans Kemenkes menunjukkan proporsi spesimen yang positif influenza pada minggu ke-36 meningkat menjadi 46% dari 35% pada minggu sebelumnya. Meski angka tersebut naik, indikator keseluruhan aktivitas influenza masih dikategorikan rendah.

H1N1 Jadi Subtipe Influenza Terbanyak

Dari 185 spesimen yang diperiksa pada minggu ke-36, sebanyak 86 dinyatakan positif influenza. Sebagian besar atau 76 kasus merupakan Influenza A H1N1pdm09, delapan kasus H3N2, dan dua kasus Influenza B Victoria.

Angka positivity rate tersebut merupakan proporsi spesimen yang dinyatakan positif dari sampel yang diperiksa dalam sistem surveilans. Artinya, angka 46% bukan berarti 46% penduduk Indonesia sedang terserang influenza.

Kemenkes juga mencatat 42% kasus influenza yang terdeteksi berasal dari kelompok usia 0 sampai 4 tahun. Pada surveilans fasilitas kesehatan primer, proporsi influenza-like illness atau ILI naik menjadi 0,40% dari seluruh kunjungan dibandingkan 0,31% pada minggu sebelumnya.

Sementara di rumah sakit sentinel, dari 63 spesimen pada minggu ke-36 ditemukan 20 kasus influenza. Sebanyak 16 di antaranya merupakan H1N1pdm09, tiga H3N2 dan satu Influenza B Victoria. Kemenkes tidak mencatat kasus positif influenza yang membutuhkan perawatan ICU pada periode tersebut.

H1N1pdm09 sendiri bukan virus baru. Subtipe tersebut berasal dari virus yang menyebabkan pandemi influenza pada 2009 dan kemudian terus bersirkulasi sebagai salah satu virus influenza musiman. WHO menjelaskan virus A(H1N1) yang menyebabkan pandemi 2009 kini telah menjadi bagian dari influenza musiman.

Kemenkes Pantau Influenza dari Puluhan Fasilitas Kesehatan

Pemantauan influenza nasional dilakukan melalui sistem Surveilans Sentinel Influenza Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection atau ILI-SARI. Kemenkes saat ini melakukan pemantauan rutin melalui 39 puskesmas, 35 rumah sakit, serta 14 Balai Karantina Kesehatan di pintu masuk negara. Sistem tersebut digunakan untuk mengetahui tren penyakit, karakteristik virus dan tingkat keparahan kasus.

Indonesia juga tergabung dalam Global Influenza Surveillance and Response System atau GISRS WHO melalui National Influenza Center. Data dari jejaring tersebut digunakan sebagai dasar kesiapsiagaan terhadap influenza maupun potensi ancaman pandemi.

Kemenkes mengingatkan, data pada beberapa minggu terakhir masih bersifat sementara sehingga angkanya dapat diperbarui seiring masuknya hasil pemeriksaan baru.

Secara global, WHO mencatat deteksi influenza pada minggu ke-35 tahun 2026 masih relatif rendah dan virus Influenza A menjadi tipe yang paling banyak terdeteksi. Tingkat positivity rate global berada di bawah 10%, meski terdapat sejumlah negara di Asia Tenggara dengan angka di atas 10%.

Influenza Bisa Beredar Sepanjang Tahun di Indonesia

Berbeda dengan negara empat musim yang umumnya mengalami lonjakan influenza pada musim dingin, negara tropis seperti Indonesia dapat mengalami penularan influenza sepanjang tahun dengan periode peningkatan pada waktu tertentu.

WHO menyebut influenza musiman dapat terjadi sepanjang tahun di wilayah tropis dan subtropis. Kondisi tersebut membuat kenaikan kasus pada periode tertentu tidak otomatis menunjukkan kemunculan wabah atau virus baru.

Widyawati pun meminta masyarakat tidak panik menghadapi kenaikan kasus yang saat ini terpantau.

"Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi," tuturnya. 

Masyarakat yang sedang mengalami gejala influenza juga dianjurkan memakai masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain untuk menekan risiko penularan.

Balita hingga Lansia Perlu Lebih Waspada

Influenza pada sebagian besar orang dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. Gejala biasanya berupa demam yang muncul tiba-tiba, batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, sakit tenggorokan, pilek dan rasa lelah.

Namun, WHO mengingatkan risiko penyakit berat lebih tinggi pada anak di bawah lima tahun, ibu hamil, orang berusia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronis, orang dengan gangguan sistem imun, serta tenaga kesehatan.

WHO juga menyebut vaksinasi influenza tahunan sebagai cara paling efektif untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Komposisi vaksin diperbarui secara berkala mengikuti virus yang beredar.

Untuk kasus ringan, istirahat dan mencukupi kebutuhan cairan umumnya menjadi bagian utama pemulihan. Antibiotik tidak bekerja untuk mengobati influenza karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus.

Kemenkes meminta masyarakat memperhatikan perubahan gejala dan mencari pertolongan medis jika kondisi semakin berat.

"Meski pada umumnya influenza bersifat ringan dan akan sembuh dengan sendirinya, tetapi bila gejala memburuk, segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat," ujar Widyawati.

Dengan tren kasus yang sedang meningkat, Kemenkes memastikan pemantauan akan diteruskan untuk melihat perubahan virus maupun tingkat keparahan penyakit. Hingga M-36, aktivitas influenza nasional masih berada pada level rendah, tetapi masyarakat tetap diminta menjalankan langkah pencegahan terutama untuk melindungi kelompok yang lebih rentan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus, dan virus dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.