periskop.id - Pemerintah menargetkan penerapan kebijakan beras satu harga di seluruh Indonesia mulai 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, tidak boleh ada perbedaan harga beras antara wilayah Indonesia Timur dan daerah lain di Tanah Air.
“Baru saja kami rapat koordinasi. Yang pertama, kita ingin harga beras itu sama di seluruh wilayah, satu harga, seperti bensin. Baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa, harganya harus sama,” ujar Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Pangan, Senin (12/1).
Zulhas menjelaskan, selisih harga yang timbul akibat biaya distribusi akan ditanggung oleh pemerintah. Kebijakan ini dimaksudkan agar ongkos distribusi tidak dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan harga beras.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, pemerintah juga akan memberikan kembali ruang keuntungan bagi Perum Bulog. Langkah ini bertujuan memperkuat kondisi keuangan Bulog sehingga mampu menjaga stabilitas harga beras secara nasional. Selama ini, Bulog dinilai “nyaris tidak punya ruang keuntungan”.
“Kalau dihitung-hitung bersama BPKP, awalnya diminta sekitar 10%, tapi yang disetujui nanti sekitar 7% sebagai fee,” kata Zulhas.
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas kesiapan produksi beras nasional. Zulhas menyebut, panen raya tahun ini diperkirakan berlangsung lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya panen raya biasanya terjadi pada Maret, tahun ini sudah dimulai sejak Februari dan berlanjut hingga April.
Produksi beras nasional pun diproyeksikan meningkat sekitar 5–10% dibanding tahun sebelumnya. Dengan peningkatan produksi itu, pemerintah menargetkan penguatan stok cadangan beras hingga 4 juta ton. Target tersebut direncanakan berlaku berkelanjutan hingga 2029.
Pemerintah menilai kapasitas gudang Bulog masih terbatas. Saat ini, Bulog memiliki sekitar 1.500 gudang, setelah sekitar 400 gudang sebelumnya dialihfungsikan.
“Kita akan bangun 100 gudang lagi. Bulog ditugaskan untuk membangun gudang guna menampung stok,” ujar Zulhas.
Selain gudang Bulog, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai lokasi penyimpanan beras. Mengingat waktu yang terbatas dan panen raya yang segera berlangsung pada Februari dan Maret, pembangunan gudang akan dikerjakan bersama tim teknis agar dapat diselesaikan lebih cepat.
Tinggalkan Komentar
Komentar