periskop.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan saat ini merupakan momentum terbaik bagi Indonesia untuk melakukan penataan ulang dan reformasi menyeluruh di sektor industri jasa keuangan.
Menurutnya, reformasi tersebut diperlukan agar tata kelola industri keuangan selaras dengan standar global, sekaligus memperkuat pasar domestik dan konektivitas dengan pasar keuangan internasional. Komisi XI DPR RI pun menyatakan dukungan politik penuh terhadap langkah pembenahan pemerintah dan otoritas keuangan.
"Dukungan ini bukan sekadar formalitas, tapi sebagai bentuk keseriusan kita memperkuat fundamental industri keuangan nasional, agar bursa dan pasar modal Indonesia semakin kompetitif dan berdaya saing di kancah internasional,” ujarnya saat konferensi pers usai agenda Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta, dikutip Jumat (5/2).
Selain itu, Misbakhun juga menyoroti pentingnya penguatan di industri pasar modal sebagai salah satu pilar reformasi.
Beberapa langkah strategis tengah dijalankan, antara lain peningkatan free float, penguatan transparansi, dan proses demutualisasi bursa. Langkah-langkah tersebut diharapkan mendorong operasional bursa yang lebih terbuka, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan, sehingga kepercayaan investor meningkat.
“Langkah-langkah ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal membangun sistem yang adil, transparan, dan akuntabel. Kita ingin bursa dioperasikan dengan standar internasional, di mana setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya tanpa ada intervensi yang merugikan pasar,” lanjut Misbakhun.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas respons cepat terhadap gejolak pasar modal belakangan ini dan program-program yang semakin terarah, jelas, dan berorientasi hasil.
Misbakhun menambahkan reformasi ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan literasi pasar, memperkuat governance, dan memastikan sistem keuangan Indonesia tetap tangguh menghadapi tekanan global. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan OJK, Misbakhun optimistis Indonesia bisa menciptakan pasar modal yang modern, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tinggalkan Komentar
Komentar