periskop.id - Planetarium Jakarta akhirnya kembali beroperasi setelah lebih dari satu dekade tidak aktif. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengumumkan kebijakan khusus berupa tiket gratis selama tiga bulan bagi para pelajar. Langkah ini disebut sebagai upaya menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap Taman Ismail Marzuki (TIM) dan dunia astronomi.

“Setelah 13 tahun lebih, Planetarium yang digagas oleh Bang Ali Sadikin pada waktu itu Alhamdulillah hari ini bisa kita hidupkan kembali. Saya sudah memutuskan untuk pelajar Jakarta yang ingin memanfaatkan ini selama tiga bulan akan kami gratiskan,” ujar Pramono saat meninjau Planetarium dikutip dari Antara, Selasa (23/12).

Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa kebijakan ini hanya berlaku untuk pelajar. Orang tua maupun pendamping tetap diwajibkan membayar tiket masuk. Hal ini dilakukan agar fasilitas gratis benar-benar dimanfaatkan oleh kalangan pelajar sebagai target utama.

Tidak hanya pelajar Jakarta, kebijakan ini juga berlaku bagi pelajar dari luar daerah yang berkunjung selama masa liburan. 

“Bagaimana yang dari daerah? Selama liburan ini, selama pelajar, kami berikan gratis. Tetapi tetap orang tua, keluarganya harus membayar seperti biasa,” jelasnya.

Besaran harga tiket reguler Planetarium sendiri belum ditentukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengumumkan tarif resmi saat Planetarium dibuka penuh untuk masyarakat umum.

Pramono menilai, banyak pelajar saat ini yang belum mengenal TIM sebagai pusat seni dan budaya. Dengan menggratiskan tiket, ia berharap generasi muda tertarik untuk datang, belajar astronomi, sekaligus mengenal sejarah TIM sebagai ikon pendidikan dan kebudayaan Jakarta.

“Saya yakin-seyakinnya ketika mereka melihat tadi, termasuk artificial intelligence yang ada, saya yakin mereka pasti akan tertarik. Dan kalau itu bisa dilakukan, TIM akan hidup, UMKM-nya juga akan berjalan dan ini multi-flyer efeknya pasti besar,” tambahnya.

Planetarium Jakarta sendiri memiliki sejarah panjang sejak diresmikan pada 1969 oleh Gubernur Ali Sadikin. Menurut data UNESCO, fasilitas pendidikan berbasis astronomi seperti planetarium terbukti meningkatkan minat sains di kalangan pelajar hingga 40%. Kehadiran teknologi interaktif, termasuk simulasi berbasis AI, kini menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.