iklan periskop
Kota

Gubernur Jakarta Bantah Ada Calo Tiket Planetarium, Minta Seluruhnya Dijual Online

Gubernur Jakarta Pramono Anung bantah adanya calo tiket Planetarium. Ia tegaskan penjualan dibagi 50% online dan 50% langsung, serta gratiskan tiket bagi pelajar selama tiga bulan.

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Planetarium Jakarta Buka Lagi, Tiket Gratis untuk Pelajar Tiga Bulan ke Depan
Dua petugas menyiapkan teropong Sky Watcher Equatorial dalam kegiatan Peneropongan Langit Malam yang digelar Planetarium Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung membantah adanya calo yang menjual tiket Planetarium dengan harga lebih tinggi.

“Nggak ada, nggak ada calo. Nggak mungkin ada calo,” kata Pramono, di Jakarta Pusat, Senin (29/12).

Pramono menyampaikan, jika terbukti ada calo yang menjual tiket Planetarium, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) harus bertanggung jawab.

“Kalau ada calo yang saya minta tanggung jawab dirut Jakpro. Saya sudah pesan wanti-wanti, enggak boleh ada calo,” ujar Pramono.

Pramono pun meminta agar penjualan tiket Planetarium tidak seluruhnya secara daring (online) sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati tempat wisata tersebut.

“Saya sudah memutuskan yang 50% itu (penjualan tiket) melalui online, 50% secara langsung 'tiketing' di lokasi,” ucap dia.

Ia menyampaikan hal tersebut usai mengunjungi Planetarium, Minggu (28/12). Saat itu, masyarakat mengeluhkan tiket sudah terjual habis hingga 31 Desember 2026 sehingga tidak dapat masuk ke Planetarium.

Padahal, selain warga Jakarta yang datang untuk berlibur di Planetarium, dari wilayah lain, seperti Depok dan Tangerang, juga banyak mengunjungi Planetarium.

“Kasihan banyak yang sudah datang dari mana-mana, mereka minta untuk tiketnya tidak semuanya melalui online. Jadi kemarin saya sudah putuskan 50% secara langsung, 50% dengan online,” jelas Pramono.

Pramono juga mengumumkan akan menggratiskan tiket Planetarium untuk seluruh pelajar selama tiga bulan, termasuk pelajar luar Jakarta.

Namun, Pramono menekankan, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk para pelajar. Pramono mengatakan bagi orang tua maupun pendamping tetap akan dikenakan biaya tiket masuk.

Sebelumnya, viral di media sosial salah satu akun menawarkan tiket Planetarium seharga Rp30.000 per tiket. Padahal, diketahui tiket Planetarium hanya seharga Rp10.000 per tiket.

Sejumlah warganet pun mengkritik akun media sosial (medsos) tersebut. Warganet pun menilai praktik calo tersebut merupakan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan tiket Planetarium.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai gubernur DKI Jakarta, pramono anung, dan planetarium dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.