Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan, anggaran untuk antisipasi banjir seperti normalisasi sungai hingga pembelian beberapa pompa baru, tak akan dipangkas. Hal ini dipastikan Pemprov DKI, sekalipun pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencakup dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun, membuat Pemprov DKI harus memangks sejumlah mata anggaran.

“Hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing bahwa tidak ada pengurangan,” ungkap Pramono di Balai Kota, Rabu (21/1)

Menurut dia, penanganan banjir hingga cuaca buruk di Jakarta harus dipersiapkan secara baik. Bahkan, kata Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan anggaran untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama satu bulan.

Anggaran Tak Terduga
Sebelumnya, Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk anggaran OMC selama satu bulan.

“Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri,” ujar Pramono.

Di sisi lain, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk sepanjang tahun 2026 dalam rangka mengantisipasi hujan di ibu kota.

“Kita sudah kalkulasikan kenapa sepanjang tahun itu Rp31 miliar. Awalnya itu kan cuma Rp7 miliar. Tapi dari rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jadi ditambah lagi,” kata Yohan.

Yohan menjelaskan, penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya rencana pelaksanaan OMC pada saat musim kemarau mendatang. Berbeda dengan OMC saat musim hujan, nantinya OMC saat musim kemarau dilakukan agar hujan turun di atas tanah bukan di atas laut.

“Kita juga ada niat nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” ujar Yohan.

Kendati demikian, Yohan mengatakan, total anggaran tersebut tak akan dipaksakan untuk terserap seluruhnya. Apabila situasi dirasa cukup kondusif maka OMC tidak akan dilakukan.

Yohan memaparkan jumlah anggaran yang disiapkan untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun sebesar Rp7 miliar. “Itu dipersiapkan sekitar Rp7 miliar untuk tahap yang awal tahun ini ya. Awal dan pertengahan tahun ini itu Rp7 miliar. Tapi itu juga belum tentu keserap semua,” katanya.