Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan segera merealisasikan rencana perombakan gapura batas kota hingga kecamatan yang ada Jakarta, dengan ornamen yang lebih memperlihatkan nuansa Betawi
“Segera dimulai. Karena kemarin, kan, anggaranya baru, anggaran tahun ini, tahun 2026,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Pusat, Minggu (15/2).
Pramono mengatakan, nantinya beberapa papan iklan (billboard), batas-batas kecamatan hingga tempat-tempat utama, seperti Blok M, Pasar Baru, Pecinan Glodok dan sebagainya juga akan dihiasi ornamen Betawi.
Di sisi lain, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo menilai, rencana tersebut merupakan peluang emas yang diberikan oleh Gubernur Jakarta kepada masyarakat Betawi.
“Jadi kalau kaum Betawi tidak bisa memanfaatkan ini, yang salah bukan dia. Yang salah bukan pemerintah provinsi. Yang salah adalah orang Betawi,” serunya.
Karena itu, eks Gubernur Jakarta yang akrab disapa Foke itu mengimbau agar seluruh kaum Betawi dapat bersatu. Ia berharap, warga Betawi bisa menyusun strategi dan merespon apa yang diharapkan oleh Gubernur Jakarta saat ini.
Pramono sendiri menyebutkan, dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 pasal 31 ayat 1 tentang Prioritas Adat di Jakarta Setelah Tidak Menjadi Daerah Khusus Ibu Kota, prioritas utamanya adalah Betawi. "Jadi tidak boleh setengah-setengah," ujarnya.
Bahkan, Pramono juga menyebut telah menyiapkan arsitek terbaik di Jakarta untuk membuat konsep ulang desain penanda batas wilayah tersebut. "Saya bilang warnanya harus Betawi, sekarang warnanya tanggung, Betawi kagak, nasional kagak. Saya ingin memberikan warna Betawi yang sebenar-benarnya," tuturnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar