Periskop.id - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengizinkan penumpang berbuka puasa dengan air minum maupun makanan ringan, saat menggunakan layanan atau armada TransJakarta. Kebijakan ini dimulai sejak 1 Ramadan 1447 Hijriah atau Kamis, 19 Februari 2026.

“Kami ingin memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, termasuk saat waktu berbuka tiba di tengah perjalanan,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani di Jakarta, Rabu (18/2). 

Dia mengatakan, penumpang diperbolehkan makan dan minum di dalam bus dengan durasi maksimal 10 menit setelah adzan Maghrib. Namun, penumpang diminta tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan di seluruh area layanan TransJakarta.

Lebih lanjut, dia menuturkan selama Ramadan, TransJakarta tetap beroperasi normal dan melayani masyarakat selama 24 jam di 14 koridor utama.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/2) dan menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, jatuh pada Kamis, 19 Februari.

Takjil Gratis

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) akan kembali membagikan paket takjil gratis di seluruh halte Bus Rapid Transit (BRT) pada 14 koridor utama, 10 rute Royaltrans, 11 rute Transjabodetabek dan enam titik bus stop sepanjang bulan Ramadhan.

Sekitar lebih dari 520 ribu paket akan dibagikan melalui program bertajuk “Bukadijalan” yang diadakan bekerja sama dengan enam perusahaan swasta.

“Kami ingin memastikan mereka (penumpang) dapat membatalkan puasa dengan nyaman dan tepat waktu," ujar Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza.

Adapun produk takjil yang nantinya disediakan antara lain biskuit oat gandum kurma, air mineral, buah pisang, jus, minuman isotonik dan camilan. 

Selain takjil, Transjakarta juga akan mengadakan program “Ngebuburide” berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan “Ngebuburide” akan dilaksanakan lima kali seminggu. Melalui kegiatan ini, anak-anak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan para lansia penghuni Panti Werda dari lima wilayah kota administrasi, akan diajak untuk menikmati pengalaman tur bus, mengikuti diskusi kreatif di halte, dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

Program ini bertujuan menanamkan edukasi transportasi publik sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Welfizon menambahkan, TransJakarta juga mengoptimalkan fungsi halte MH Thamrin sebagai Ramadan Corner. Area ini disulap menjadi ruang publik estetik yang mendukung pemberdayaan UMKM lokal.

Penumpang Transjakarta dapat berbelanja produk pilihan atau sekadar menikmati suasana sembari menunggu waktu berbuka. “Kami ingin menjadikan TransJakarta lebih dari sekadar moda transportasi. Transjakarta hadir sebagai lifestyle hub yang humanis dengan aspek sosial, edukasi dan ekonomi berjalan beriringan dalam satu ekosistem transportasi publik," tuturnya.