periskop.id - Manajemen KAI Commuter menyediakan fasilitas shuttle bus TransJakarta rute Terminal Bulak Kapal menuju Stasiun Bekasi menyusul terhentinya operasional KRL dari Cikarang. Langkah mitigasi darurat ini diambil akibat proses evakuasi insiden operasional yang masih berlangsung di Stasiun Bekasi Timur.

​Pengumuman resmi terkait pengalihan layanan ini dirilis pada Selasa (28/4). "Sehubungan belum adanya keberangkatan perjalanan Commuter Line dari Cikarang akibat adanya insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur dan saat ini masih proses evakuasi," tulis KAI Commuter.

​Insiden operasional tersebut berdampak langsung pada jadwal perjalanan warga pengguna kereta api. Penumpang tidak menemukan jadwal keberangkatan KRL dari arah Cikarang.

​KAI Commuter segera menyusun rekayasa layanan penumpang di lapangan. Perusahaan menggandeng armada bus PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sebagai moda transportasi pengganti.

​Sebanyak empat nomor lambung bus disiagakan khusus bagi pelanggan setia KRL. Bus pertama beroperasi menggunakan kode TJ 785.

​Armada pengganti kedua beroperasi memakai nomor TJ 854. Penumpang juga bisa menaiki armada bus bernomor TJ 531.

​Bus terakhir yang disiagakan petugas membawa kode TJ 782. Keempat shuttle bus ini memiliki satu titik kumpul keberangkatan terpusat.

​Seluruh armada bus TransJakarta bersiaga menjemput penumpang di Terminal Bulak Kapal, Bekasi. Bus akan mengangkut pelanggan langsung menuju titik penurunan akhir di Stasiun Bekasi.

​Pihak KAI Commuter menyadari gangguan operasional ini sangat menghambat mobilitas masyarakat. Manajemen merilis permohonan maaf atas ketidaknyamanan perjalanan tersebut.

​Manajemen meminta seluruh pelanggan tetap tenang selama proses evakuasi jalur kereta berlangsung. Penumpang diimbau selalu menaati instruksi petugas lapangan demi keamanan bersama.

​"Selalu utamakan keselamatan dan ikuti arahan dari petugas," tutup KAI Commuter.