Periskop.id - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta/TJ) segera membebaskan biaya atau hanya Rp1 pada semua jenis layanan selama beberapa hari, untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
"Jadi, tinggal tunggu pengumuman, apakah berapa hari, tanggal berapa, nanti kita lihat. Ini sudah disampaikan Gubernur DKI Jakarta dan diulang pada beberapa doorstop (wawancara cegat ), akan digratiskan (biaya layanan Transjakarta)," kata Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu (4/3).
Welfizon menyampaikan, pembebasan biaya layanan transportasi merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta pada hari-hari besar keagamaan. "Jadi, mulai dari akhir tahun lalu, ada Natal, terus kemudian Imlek, dari Imlek berpindah menjadi menyambut Ramadan. Kemarin juga ada Festival Ramadan dan nanti pada saat Lebaran, juga ada Nyepi," ujarnya.
Tunggu Dishub
Mengenai tanggal berlaku pembebasan biaya layanan tersebut, pihaknya masih menunggu Surat Keterangan Kepala Dinas Perhubungan. "Tanggalnya kita mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu. Apakah nanti tanggal 1 Syawal (20 Maret 2026) atau tanggal 1 dan 2, nanti kita lihat," ujarnya.
Adapun mengenai biaya Rp1, Welfizon menyebutnya sebagai formalitas sistem untuk menandakan perpindahan rupiah. "Secara sistem di TJ, MRT dan yang lain itu, 0 itu tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Rp1 dan 0 sebenarnya tak beda jauh, tapi secara teknologi memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu, makanya konversi dari 0 menjadi Rp1," kata Welfizon.
Cakupan layanan Transjakarta hingga saat ini meliputi jaringan terintegrasi yang melayani 14 koridor Bus Rapid Transit (BRT) utama, angkutan pengumpan (feeder), Mikrotrans (angkot), Royaltrans (premium), hingga layanan disabilitas (Transjakarta Cares) dan bus wisata. Cakupannya 91,7% wilayah DKI Jakarta dan beroperasi 24 jam untuk koridor utama.
Tinggalkan Komentar
Komentar