Periskop.id - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengalihkan arus lalu lintas sejumlah ruas jalan, saat berlangsung "Jakarta Bedug Kolosal Malam Idulfitri 1447 Hijriah" pada 20 Maret 2026 pukul 20.00 WIB hingga selesai.
"Rekayasa lalu lintas bersifat situasional," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ujang Harmawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis (19/3).
Dia mengatakan, ruas jalan yang dialihkan, yakni Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari simpang Jalan Karet Pasar Baru Timur III sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kemudian, Jalan MH Thamrin, mulai dari Bundaran HI sampai Bundaran Patung Kuda, Jalan Kupingan BNI 46, Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja dan Jalan Kebon Kacang.
Lalu, Jalan Kebon Sirih sisi barat dan timur, Jalan KH Wahid Hasyim sisi barat dan sisi timur, Jalan Sunda dan Jalan Imam Bonjol. Adapun rute alternatif saat dilakukan pengalihan arus, yakni dari utara (Harmoni) ke selatan (Semanggi), dialihkan melalui Jalan Hayam Wuruk-Jalan Ir H Juanda-putar balik menuju jalan Suryapranoto-Jalan Balikpapan-Jalan Cideng timur-Jalan Mas Mansyur-Jalan Prof Dr Satrio-Jalan Jenderal Sudirman-dan seterusnya.
Dapat pula melalui Jalan Medan Merdeka Barat-putar balik di depan Gedung Kementerian Perhubungan-Jalan Abdul Muis-Jalan H.Facrudin-Jalan Cideng Timur-Jalan K.H Mas Mansyur-Jalan Prof Dr Satrio-putar balik menuju Jalan Jenderal Sudirman dan seterusnya.
Atau dapat melalui Jalan Medan Merdeka Barat-putar balik di depan Gedung Kementerian Perhubungan-Jalan Abdul Muis-Jalan H Fachrudin- Jalan Cideng Timur-Jalan K.H Mas Mansyur- Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo-Jalan Galunggung-putar balik menuju Jalan Jenderal Sudirman dan seterusnya.
Atau dapat melalui Jalan Ir H Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan MI Ridwan Rais ke arah Rasuna Said-dan seterusnya.
Arus lalu lintas dari selatan (Semanggi) ke utara (Harmoni) dialihkan menuju Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Karet Pasar Baru Timur III-Jalan Karet Pasar Baru Timur 2-Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng Barat-Jalan Suryopranoto-Jalan Gajah Mada-dan seterusnya.
Dapat juga melalui Jalan HR Rasuna Said-Jalan Prof Dr Satrio-Jalan KH Mas Mansyur-dan seterusnya. Arus lalu lintas dari timur (Gondangdia) ke barat (Tanah Abang) dapat melalui Jalan Taman Cut Mutia-Jalan Menteng Raya-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara-Jalan Abdul Muis-Jalan Fachrudin-Jalan Mas Mansyur-dan seterusnya.
Arus lalin dari barat (Gondangdia) ke timur (Stasiun Gambir) dapat melalui Jalan Abdul Muis-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan Majapahit-Jalan Ir H Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Taman Pejambon-Jalan Medan Merdeka Timur-dan seterusnya.
Dapat juga melalui Jalan Jati Baru Raya-Jalan Cideng Barat-Jalan Balikpapan-Jalan Suryopranoto-Jalan Ir. H Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Taman Pejambon-dan seterusnya.
Arus lalin dari timur (Imam Bonjol) ke utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Agus Salim-Jalan Kebon Sirih-Jalan M.I Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara-Jalan Majapahit-dan seterusnya.
Arus lalin dari barat ke timur dan sebaliknya yang melalui Jalan Kebon Sirih atau Jalan Wahid Hasyim tetap dapat dilalui dan akan dilakukan pengalihan arus lalin ketika pawai obor dan mobil hias berlangsung.
Arus lalin dari timur (Imam Bonjol) ke barat (Tanah Abang) dapat melalui Jalan Pamekasan-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Galunggung-Jalan Karet Pasar Baru Timur III-Jalan Karet Pasar Baru Timur 2-Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo-Jalan KH Mas Mansyur-dan seterusnya.
Arus lalin dari barat (Tanah Abang) ke utara (Harmoni) dapat melalui Jalan KH Wahid Hasyim-Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan Majapahit-dan seterusnya. Arus lalin dari Hotel Milenium ke utara (Harmoni) dapat melalui Jalan M.H Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan Majapahit-dan seterusnya.
Sementara itu, arus lalin dari arah Tugu Tani ke Tanah Abang dapat melalui Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Agus Salim-Jalan Kebon Sirih-Jalan Fachrudin-dan seterusnya.
Pada kegiatan "Jakarta Bedug Kolosal" akan diadakan "Pawai Obor Malam Takbiran" dengan rute melalui Pintu Barat Daya Silang Monas-Bundaran HI-Jalan MH Thamrin-Bundaran HI.
Lokasi Parkir
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyediakan 21 lokasi parkir di sekitar tempat kegiatan "Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 Hijriah" yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Maret 2026 mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
"8.186 Satuan Ruang Parkir (SRP) sepeda motor, 12.295 SRP mobil dan 98 SRP bus," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ujang Harmawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Lokasi kantong parkir yang disediakan, yakni di Pelataran Parkir IRTI Monas, Lemhamnas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, Kementerian BUMN, Menara Dana Reksa dan Gedung Indosat.
Kemudian, Kementerian Pariwisata, Wisma Mandiri, TPE Sabang, Djakarta Theater, Gedung Sarinah, Plaza Indonesia dan Grand Indonesia. Selanjutnya, Wisma Nusantara, Mandarin Oriental Hotel, The City Tower, Taman Menteng, Gedung BNI 46, Wisma 46 Outdoor serta Gedung Wisma 46.
Pada kegiatan "Jakarta Bedug Kolosal" akan diadakan "Pawai Obor Malam Takbiran" dengan rute melalui Pintu Barat Daya Silang Monas-Bundaran HI-Jalan MH Thamrin-Bundaran HI.
"Diimbau kepada masyarakat yang akan menghadiri kegiatan 'Jakarta Bedug Kolosal malam Idul Fitri 1447 H' di Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman agar menggunakan moda transportasi umum guna meminimalisir kepadatan lalu lintas di sekitar area kegiatan," kata Ujang.
Dia juga menyampaikan, operasional bus Transjakarta yang bersinggungan dengan lokasi kegiatan akan dilakukan perubahan pola operasi dan modifikasi lintasan yang bersifat situasional selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan transportasi umum yang bisa digunakan warga saat akan menyaksikan acara "Eid Mubarak Jakarta (Rhythm of the Fountain)" di kawasan Bundaran HI pada H-1 Idul Fitri sekitar pukul 15.30-21.00 WIB.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ujang Harmawan menjelaskan, warga bisa menggunakan Transjakarta rute 1 (Blok M-Kota), 1N (Tanah Abang-Blok M), 1P (Senen-Blok M) dan 1T (Cibubur-Blok M). Lalu, 6A (Ragunan-Balai Kota via Kuningan), 6B (Ragunan-Balai Kota via Semanggi), 9D (Pasar Minggu-Tanah Abang) serta MRT Jakarta (Lebak Bulus-Bundaran HI).
"Selama kegiatan, operasional Transjakarta berlaku normal dengan menyesuaikan pengaturan lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan," kata Ujang.
Kegiatan "Eid Mubarak Jakarta (Rhythm of the Fountain)" akan menggunakan ruas Jalan M Mashabi sisi utara sebagai lokasi acara. Lalu segmen pintu keluar masuk sisi timur Plaza Indonesia hingga Jalan MH Thamrin.
Terkait kegiatan tersebut, Dishub DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Yakni dari barat (Plaza Indonesia) menuju utara (Sarinah) dapat melalui Jalan M Mashabi-Jalan Teluk Betung-Jalan M.H Thamrin-Jalan Wahid Hasyim (Sarinah).
Kemudian, bagi masyarakat yang membawa kendaraan pribadi, bisa memanfaatkan kantong parkir di empat lokasi, yakni Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Wisma Nusantara serta Mandarin Oriental Hotel.
Kegiatan "Eid Mubarak Jakarta (Rhythm of the Fountain)" menjadi bagian dari acara "Jakarta Bedug Kolosal malam Idul Fitri 1447 H" yang dijadwalkan berlangsung pada malam takbiran pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan diadakan dengan rute Pintu Barat Daya Silang Monas-Bundaran HI-Jalan MH Thamrin-Bundaran HI. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kepastian pelaksanaan kedua kegiatan tersebut menyesuaikan hasil sidang isbat yang akan diadakan Kementerian Agama pada malam ini.
Tinggalkan Komentar
Komentar