Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memajukan jam pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) menjadi pukul 05.30–10.00 WIB mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diambil setelah uji coba dilakukan di sejumlah titik utama, termasuk kawasan Sudirman–Thamrin dan Jalan H.R. Rasuna Said.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, perubahan jadwal ini bertujuan memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk berolahraga di pagi hari. “Karena saya rajin olahraga dan semangat olahraga, mulai 1 Juni nanti, Car Free Day akan kami ajukan mulainya jam 05.30 pagi,” ungkap Pramono di Jakarta Timur, Jumat (8/5).
Sebelum diberlakukan secara permanen, jadwal baru CFD akan diuji coba terlebih dahulu pada pekan ini. Setelah itu, kebijakan resmi diterapkan mulai awal Juni di dua koridor utama, yakni Sudirman–Thamrin dan Rasuna Said.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemprov DKI dalam memperluas ruang publik bagi warga sekaligus mendorong gaya hidup sehat di perkotaan. Kebijakan memperpanjang waktu CFD, sejatinya sejalan dengan tren kota-kota besar dunia yang mengoptimalkan ruang publik untuk aktivitas non-motorized.
Data World Health Organization (WHO) menyebutkan aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki dan bersepeda dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular hingga 30%. Di Jakarta, CFD juga terbukti menjadi salah satu program yang efektif dalam mengurangi emisi kendaraan sekaligus meningkatkan kualitas udara di pusat kota.
Dengan dimulainya CFD lebih pagi, Pemprov DKI berharap masyarakat dapat memanfaatkan waktu lebih panjang untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati ruang publik. Perubahan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan berkelanjutan.
Selain penyesuaian jam, Pemprov DKI juga menargetkan penyelesaian revitalisasi fasilitas di kawasan Rasuna Said sebelum penerapan resmi jadwal baru. "Kami segera akan menyelesaikan fasilitas renovasi atau revitalisasi di Rasuna Said. Mudah-mudahan bulan Juni sudah total selesai,” kata Pramono.
Revitalisasi ini diharapkan membuat kawasan tersebut semakin nyaman sebagai lokasi alternatif CFD selain Sudirman–Thamrin yang selama ini menjadi pusat kegiatan warga.
Transportasi Umum Tetap Beroperasi
Meski sejumlah ruas jalan ditutup untuk kendaraan pribadi selama CFD, layanan transportasi publik tetap berjalan normal. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan berbagai rute Transjakarta tetap beroperasi, seperti L13 (Puri Beta–Flyover Kuningan Express), 4D (Pulo Gadung–Kuningan), hingga 6A dan 6B (Ragunan–Balai Kota). Hal ini untuk menjaga mobilitas warga tetap lancar selama kegiatan berlangsung.
Untuk mendukung kegiatan CFD, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah titik parkir di sekitar kawasan Rasuna Said, di antaranya Pasar Festival, GOR Soemantri, Rasuna Epicentrum, Setiabudi One, dan Gedung Nyi Ageng Serang. Total kapasitas parkir mencapai ribuan satuan ruang parkir (SRP) untuk kendaraan roda dua dan roda empat, guna mengakomodasi pengunjung yang datang.
Tinggalkan Komentar
Komentar