Periskop.id - Pemerintah Kota Jakarta Timur mempercepat penataan kolong jembatan layang (flyover) Pasar Rebo, Ciracas, menjadi ruang publik berbasis olahraga. Hingga awal Mei 2026, proyek tersebut telah mencapai sekitar 90% dan ditargetkan segera rampung sebelum peresmian pada 12 Mei mendatang.
Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan mengatakan, penataan kawasan ini difokuskan untuk menghadirkan fasilitas olahraga bagi remaja sebagai langkah konkret menekan aksi tawuran.
"Kami terus mematangkan penataan kolong jembatan layang (flyover) Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas yang kini disiapkan menjadi sarana olahraga bagi remaja. Kurang lebih 90% sudah selesai," kata Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/5).
Kolong flyover yang sebelumnya cenderung kumuh kini disulap menjadi arena olahraga dengan fasilitas seperti ring tinju dan area skateboard. Konsep ini dirancang sebagai ruang penyaluran energi dan minat anak muda agar beralih ke aktivitas positif.
"Alhamdulillah, hari ini kita meninjau hasil perencanaan penataan wilayah di flyover Pasar Rebo yang digunakan untuk sport anak-anak kita. Ini bagian dari langkah penanganan tawuran sekaligus menyalurkan minat dan bakat," jelas Eka.
Penataan ini juga melibatkan pendekatan sosial. Pemerintah Kota Jakarta Timur telah berdialog dengan sedikitnya sembilan kelompok remaja yang sebelumnya terlibat tawuran, bahkan mengajak mereka ikut berpartisipasi dalam proses penataan kawasan.
Tanpa APBD, Libatkan CSR
Menariknya, seluruh fasilitas olahraga yang dibangun, mulai dari ring tinju hingga perlengkapan latihan, berasal dari dukungan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tanpa menggunakan dana APBD. Hal ini menunjukkan model kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam menciptakan ruang publik yang bermanfaat.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyempurnaan estetika kawasan, termasuk pengecatan ulang serta pembuatan mural yang memuat pesan edukatif dan program pemerintah. "Jadi tinggal estetika dan beberapa mural untuk pesan-pesan program pemerintah provinsi," ujar Eka.
Selain mempercantik kawasan, mural tersebut diharapkan menjadi media edukasi visual bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Setelah rampung, pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh pihak Kelurahan Susukan dengan melibatkan komunitas setempat. Sistem pengelolaan akan dibuat terstruktur, termasuk pengaturan jadwal penggunaan dan kegiatan olahraga. Pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga fasilitas agar tetap bersih dan berfungsi optimal.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa penyediaan ruang publik seperti ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan tawuran remaja. "Arena tinju ini diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus energi mereka ke arah positif dibandingkan tawuran," kata Munjirin.
Pendekatan ini sejalan dengan berbagai studi yang menunjukkan bahwa penyediaan ruang aktivitas positif dapat menurunkan potensi kenakalan remaja. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat keterlibatan remaja dalam aktivitas olahraga dan komunitas dapat mengurangi risiko perilaku menyimpang hingga 30%.
Selain sebagai upaya pencegahan tawuran, fasilitas ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet muda dari Jakarta Timur. Pemerintah berharap arena ini tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pembinaan olahraga yang mampu mencetak prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Transformasi kolong flyover Pasar Rebo menjadi ruang publik produktif, bisa dibilang mencerminkan arah kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan kota yang lebih inklusif, aman, dan ramah bagi generasi muda. Dengan memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak produktif, pemerintah berharap kawasan ini menjadi contoh pengembangan ruang kota yang berdampak langsung pada kualitas sosial masyarakat.
Tinggalkan Komentar
Komentar