Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat dan panitia pemotongan hewan kurban, untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai, terutama plastik hitam, saat membagikan daging kurban pada Idul Adha 2026. Selain dinilai tidak ramah lingkungan, penggunaan plastik sekali pakai juga berpotensi menambah timbulan sampah di ibu kota selama momentum hari raya kurban.

Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta RM Aldin Praka mengatakan, masyarakat diharapkan mulai beralih menggunakan wadah ramah lingkungan.

"Jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai, khususnya plastik hitam. Masih banyak yang menggunakan karton plastik untuk menjadi wadah daging-daging kurban, yang akhirnya menjadi timbulan sampah," kata Aldin dalam acara daring di Jakarta, Selasa (12/5).

Sebagai alternatif, Pemprov DKI mendorong penggunaan besek bambu, daun pisang, maupun wadah makanan guna ulang milik pribadi untuk membungkus daging kurban.

"Jadi, lebih baiknya menggunakan wadah anyaman yang memang sudah disosialisasikan dari tahun kemarin, atau lebih baik menggunakan wadah sendiri untuk mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan," tutur Aldin.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari kampanye Eco Qurban yang telah digaungkan Pemprov DKI Jakarta sejak beberapa tahun terakhir. Konsep Eco Qurban menekankan pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang memperhatikan perlindungan lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah hingga pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Pemerintah juga meminta panitia kurban aktif menyosialisasikan penggunaan kemasan ramah lingkungan kepada masyarakat penerima daging kurban. Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan, hewan kurban yang masuk ke Jakarta dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.

Daerah Pemasok
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP DKI Jakarta Mujiati mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai daerah pemasok hewan kurban.

"Untuk memastikan hewan kurban yang nanti akan dikirim ke Jakarta dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit yang berpotensi mematikan, baik hewan maupun yang berpotensi menularkan kepada manusia," kata Mujiati.

Daerah pemasok hewan kurban ke Jakarta berasal dari:

  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Bali
  • Lampung

Menurut data Dinas KPKP, saat ini terdapat 1.327 lokasi penampungan hewan kurban di Jakarta dengan total populasi mencapai 80.959 ekor.

"Total tempat penampungan hewan kurban 1.327 dan jumlahnya, jumlah hewan mencapai 80.959, asalnya dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Bali, NTB, dan Lampung," ujar Mujiati.

Pemprov DKI juga memperketat pengawasan terhadap potensi penyakit hewan menular, terutama antraks yang dapat membahayakan manusia. Mujiati menegaskan, seluruh hewan kurban wajib memiliki dokumen kesehatan resmi sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023.

Selain pemeriksaan hewan hidup, Dinas KPKP juga melakukan pengawasan langsung di lokasi pemotongan hewan kurban (TPHK).

"Penyakit antraks ini sangat mematikan dan bisa menular secara cepat kepada manusia. Jangan sampai, jika ada hewan yang terkena antraks, berpengaruh kepada masyarakat, khususnya panitia yang bersentuhan langsung dengan hewan kurban," tutur Mujiati.

Pada 2025, Dinas KPKP mengambil sampel dari 106 lokasi TPHK dengan total 547 sampel hewan dan seluruhnya dinyatakan negatif antraks. "Kemudian, tanah juga kami ambil sampel karena virus antraks ini berada atau hidup di dalam tanah. Dari 93 sampel, semuanya hasilnya adalah negatif," ungkap Mujiati.

Selain memastikan kesehatan hewan, pemerintah juga mengingatkan pentingnya sanitasi selama proses pemotongan dan distribusi daging kurban. Panitia kurban diminta menjaga kebersihan alat, lokasi pemotongan, hingga higienitas petugas agar daging yang dibagikan tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Pemprov DKI berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini tidak hanya berjalan lancar dan aman, tetapi juga lebih ramah lingkungan melalui pengurangan sampah plastik dan pengelolaan limbah kurban yang lebih baik.