Periskop.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaludin menyebut, jumlah pejalan kaki di ibu kota pada periode Januari–Mei 2026 mencapai 291.852 orang, naik dari 265.952 orang pada periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan ini menunjukkan tingginya minat warga Jakarta menggunakan ruang publik untuk olahraga, berinteraksi, dan menjalani gaya hidup sehat,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (5/6). 

Advertisement

Menurut Budi, CFD Rasuna Said menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang kota yang nyaman dan aman. “Pemprov DKI menghadirkan alternatif lokasi HBKB agar semakin banyak warga yang dapat menikmati ruang publik sehat, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki maupun pesepeda,” tambahnya.

Lebih lanjut, CFD juga merupakan bagian dari strategi mendorong mobilitas ramah lingkungan. Dengan semakin banyak warga berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum, kualitas udara Jakarta diharapkan meningkat.

Untuk mendukung pelaksanaan CFD, Dishub DKI telah menyiapkan 10 rute alternatif pengalihan lalu lintas, empat lokasi kantong parkir off street dengan kapasitas 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor, serta dukungan transportasi umum yang mencakup tujuh rute Transjakarta dan dua rute LRT Jabodebek.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pengelola rumah ibadah, hotel, gedung pertemuan, kedutaan besar, dan berbagai pemangku kepentingan di kawasan Rasuna Said. “Seluruh aspek pelaksanaan HBKB Rasuna Said telah kami siapkan secara matang agar masyarakat dapat menikmati kegiatan ini dengan aman, nyaman, dan menyenangkan,” tegas Budi.

Data ini sejalan dengan upaya Pemprov DKI memperluas akses ruang publik di ibu kota, sebagai bagian dari program Jakarta Urban Mobility untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menurunkan ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.