periskop.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hari ini, Jumat 5 Juni 2026 bergerak di zona merah. Berdasarkan pantauan Periksop, saham BBCA turun 5,07% ke level 5150 sata berita ditulis.
Saham BBCA dibuka pad alevel 5325 dan bergerak pada rentang 5375-5150. Mengacu pada harga terkini, saham BBCA terkoreksi 10,43% dalam sepekan dan turun 35,83% sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham bank berkapitalisasi besar tersebut. Mengacu data Stockbit, asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) sekitar Rp463,67 miliar per 4 Juni 2026.
Secara rinci, investor asing membukukan transaksi beli Rp1,98 triliun dan jual Rp2,44 triliun. Pola serupa terlihat pada volume, di mana jumlah saham yang dilepas lebih tinggi dibanding yang dikoleksi.
Dominasi asing juga tampak dari kontribusinya yang mencapai sekitar 74% dari total nilai transaksi, sementara investor domestik berada di kisaran 25%. Dari frekuensi perdagangan, aktivitas jual oleh investor asing juga lebih sering dibandingkan aksi beli.
Pelemahan harga saham BBCA terjadi bersamaan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan hari ini, IHSG turun 2,39% ke level 5.700 saat berita ditulis.
IHSG dibuka pada level 5.846, sempat menguat ke level 5.860 sebelum terhempas ke level terendahnya di level 5.673. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Death Cross. Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif.
“IHSG cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (5/6).
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 5,839.78 atau turun 1,70% pada perdagangan Kamis (4/6). IHSG bahkan sempat melemah hingga level 5,644.
Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sehari sebelumnya akibat maraknya berbagai macam rumor di pasar domestik di tengah ketidakpastian yang tinggi serta rendahnya kepercayaan investor. Bersamaan dengan itu Rupiah ditutup melemah 0.45% di level Rp18,020 per dolar AS.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar