periskop.id - Malam ini, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) akan menjadi pusat perhatian ketika Timnas Indonesia menghadapi Oman dalam laga persahabatan internasional. Antusiasme suporter diprediksi memuncak, dan dampaknya terasa pada arus lalu lintas di sekitar kawasan Senayan.
TMC Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi lonjakan kendaraan.
"Diperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan pada arus lalu lintas di sekitar area Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK)," tulis TMC dalam pengumuman resmi, Jumat (5/6).
Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB, namun kepadatan diperkirakan sudah terasa sejak pukul 18.00 WIB.
Polisi menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional, dengan personel disiagakan di berbagai titik untuk menjaga kelancaran. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut," lanjut TMC.
Selain itu, warga dianjurkan menggunakan transportasi umum untuk mengurangi beban kendaraan pribadi. Moda transportasi seperti MRT Jakarta, TransJakarta, dan KRL Commuter Line menjadi alternatif yang lebih efisien.
Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan bahwa penggunaan MRT menuju GBK dapat memangkas waktu tempuh hingga 40% dibanding kendaraan pribadi pada jam sibuk.
Fenomena kepadatan lalu lintas saat pertandingan besar di GBK bukan hal baru. Pada laga Timnas melawan Vietnam di Piala AFF 2024, misalnya, volume kendaraan meningkat hingga 35% dibanding hari biasa. Hal ini menunjukkan perlunya strategi mobilitas yang lebih matang, terutama ketika stadion berkapasitas lebih dari 77 ribu penonton terisi penuh.
Dengan dukungan penuh dari suporter, laga malam ini diharapkan berlangsung meriah. Namun, masyarakat tetap diingatkan untuk mengatur perjalanan lebih awal agar tidak terjebak kemacetan panjang di sekitar Senayan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar