Periskop.id - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) akan menggelar Pages & Plates Festival 2026 featuring Big Bad Wolf Books. Festival ini bakal berlangsung di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung, pada 3-9 Agustus 2026.

Kepala Disarpus Kota Bandung Dewi Kaniasari, yang akrab disapa Kenny, menjelaskan penyelenggaraan festival ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung. Menurutnya, Wali Kota ingin ekosistem literasi hadir lebih dekat dengan masyarakat, terinspirasi dari kesuksesan Big Bad Wolf di Kota Baru Parahyangan sebelumnya.

"Melihat kesuksesan Big Bad Wolf di Kota Baru Parahyangan sebelumnya, Wali Kota menginginkan semangat literasi itu hadir langsung di tengah masyarakat Kota Bandung. Karena itu kami mengemasnya menjadi Pages & Plates Festival, bukan sekadar bazar buku, tetapi menjadi festival yang menggabungkan literasi, kuliner, dan ruang kreativitas masyarakat," kata Kenny, kemarin.

Bazar buku internasional dari Big Bad Wolf akan menjadi daya tarik utama festival ini. Sajian tersebut dipadukan dengan festival kuliner yang dikurasi komunitas Keuken, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana membaca sambil mencicipi kuliner khas.

Selama tujuh hari penyelenggaraan, panitia juga menyiapkan rangkaian aktivitas yang melibatkan komunitas literasi dan komunitas kreatif Kota Bandung. Kegiatan tersebut mencakup storytelling anak, lokakarya kreatif, talkshow, hingga panggung ekspresi komunitas.

"Kami ingin menghadirkan festival yang terintegrasi. Jadi masyarakat datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga bisa mengikuti berbagai aktivitas literasi, menikmati kuliner, berdiskusi, hingga berekreasi bersama keluarga," terang Kenny.

Kenny berharap Pages & Plates Festival bisa menjadi agenda tahunan sekaligus memperkaya kalender event Kota Bandung. Ia menilai festival ini punya potensi memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif berbudaya literasi.

"Harapan kami festival ini bisa menjadi event tahunan yang semakin memperkuat identitas Kota Bandung sebagai kota kreatif sekaligus kota yang memiliki budaya literasi yang kuat," tuturnya.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia Marthius Wandi Budianto menyampaikan penyelenggaraan tahun ini punya makna khusus. Momen tersebut bertepatan dengan satu dekade kehadiran Big Bad Wolf di Indonesia, dan baru kali ini acara mereka bisa masuk ke pusat Kota Bandung lewat kolaborasi dengan Pemkot.

"Selama 10 tahun kami hadir di Indonesia, baru kali ini kami bisa mengadakan event di pusat Kota Bandung. Kami memiliki visi yang sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan literasi masyarakat dan menjadikan membaca bukan sekadar gaya hidup, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari," terangnya.

Big Bad Wolf akan memboyong lebih dari satu juta buku dari berbagai kategori, mulai dari buku anak, fiksi, nonfiksi, bisnis, hingga sains dan teknologi. Seluruh buku dibanderol harga terjangkau mulai Rp25.000, Rp50.000, hingga Rp75.000. Penyelenggara menargetkan festival ini mampu menarik lebih dari 20.000 pengunjung per hari, sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif dan UMKM kuliner di Kota Bandung. Seluruh rangkaian kegiatan bisa dinikmati masyarakat secara gratis tanpa biaya masuk.

"Kami ingin masyarakat bisa pulang membawa dua atau tiga buku yang mungkin dapat mengubah cara berpikir maupun kehidupannya. Literasi harus bisa dinikmati semua kalangan," tandas Marthius.