iklan periskop
Nasional

Husein Sastranegara Kembali Jadi Bandara Internasional, Tiga Rute Luar Negeri Disiapkan

Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali berstatus internasional. Rute Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura disiapkan. Penerbangan jet dimulai 14 Agustus 2026

1 jam yang lalu · 5 mnt baca
Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Bandara Husein Sastranegara, Bandung. dok AP II
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung kembali menyandang nama Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung seiring proses reaktivasi penerbangan komersial. Pemerintah menyiapkan penerbangan ke Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura, selain memperluas kembali konektivitas domestik dari pusat Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan status tersebut berjalan beriringan dengan persiapan bandara untuk kembali melayani penerbangan domestik dan internasional secara bertahap.

“Sudah. Nama resminya sekarang Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung,” kata Farhan di Bandung, Senin (10/8/2026).

Pemerintah Kota Bandung sebelumnya juga mengumumkan bahwa nama resmi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung telah ditetapkan oleh InJourney melalui Angkasa Pura sebagai pengelola. Namun, operasional penerbangan internasional terjadwal masih dalam tahap persiapan bersama maskapai dan regulator.

Untuk rute internasional, penerbangan yang diproyeksikan adalah Bandung-Kuala Lumpur, Bandung-Johor Bahru, dan Bandung-Singapura. Sementara rute domestik yang tengah dipersiapkan antara lain Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar.

Delapan Maskapai Diproyeksikan Terbang dari Husein

Farhan menyebut sedikitnya delapan maskapai diproyeksikan melayani penerbangan dari Husein Sastranegara setelah reaktivasi berjalan penuh.

“Yang saya tahu, grup Garuda ada dua, grup Lion ada tiga, kemudian ada TransNusa, dan ada dua lagi untuk penerbangan internasional. Jadi ada delapan,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 20 Juli mencatat enam maskapai telah mengajukan rute dari Husein Sastranegara. Mereka adalah Citilink, Super Air Jet, Garuda Indonesia, TransNusa, Scoot, dan Wings Air. Citilink mengajukan Kualanamu, Denpasar, serta Surabaya, sementara Super Air Jet mengusulkan delapan rute termasuk Kualanamu, Pekanbaru, Makassar, Batam, Padang, Balikpapan, Pontianak, dan Denpasar.

Untuk penerbangan internasional, TransNusa mengajukan Kuala Lumpur dan Johor Bahru, sedangkan Scoot mengusulkan rute Singapura. TransNusa juga mengajukan penerbangan domestik ke Lampung, sementara Wings Air menyiapkan Lampung dan Palembang.

Kementerian Perhubungan sebelumnya bahkan menyiapkan izin untuk sekitar 20-24 rute domestik, sembari mengakomodasi permintaan pemerintah daerah untuk membuka kembali konektivitas internasional regional dari Bandung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengaktifan kembali bandara merupakan keputusan bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

"Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah bersepakat untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan," kata Dudy.

Pesawat Jet Mulai Terbang 14 Agustus

Tahap penting reaktivasi Husein akan dimulai pada 14 Agustus 2026, ketika bandara kembali melayani pesawat jet berbadan sedang atau narrow body. InJourney Airports memastikan penerbangan perdana pada tahap tersebut akan dilayani Garuda Indonesia untuk rute Denpasar-Bandung dan Bandung-Denpasar.

Direktur Utama InJourney Airports Muhammad Rizal Pahlevi mengatakan bandara telah mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan setelah memenuhi aspek kesiapan operasional.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak atas dukungan kepada InJourney Airports selama persiapan optimalisasi hingga Bandara Husein Sastranegara dinyatakan siap melayani penerbangan pesawat jet pada 14 Agustus 2026,” kata Rizal.

Farhan mengatakan pemerintah daerah juga menunggu penerbangan jet berikutnya pada pertengahan Agustus. “Kemudian kita tinggal menunggu tanggal 14 dan tanggal 17 untuk penerbangan dengan pesawat jet,” katanya.

Sebelum kembali melayani jet, reaktivasi penerbangan komersial dari Husein sudah mulai berjalan. Wings Air membuka penerbangan Bandung-Lampung pada 6 Agustus, sementara sejumlah rute lain sedang dipersiapkan secara bertahap.

Pemkot Bandung Benahi Akses Bandara

Untuk mendukung peningkatan aktivitas penerbangan, Pemkot Bandung menyiapkan infrastruktur di sekitar bandara. Pekerjaan meliputi perbaikan akses jalan, normalisasi drainase, peningkatan penerangan jalan, hingga penataan kawasan yang menjadi pintu masuk wisatawan menuju pusat kota.

“Kami sedang memperbaiki jalan akses menuju bandara, normalisasi drainase, serta peningkatan penerangan jalan umum. Untuk pengelolaan parkir akan dilakukan oleh lembaga pengelola parkir yang bekerja sama langsung dengan Lanud Husein Sastranegara,” ujar dia.

Meski kembali dioptimalkan, Husein memiliki keterbatasan fisik. Kementerian Perhubungan mencatat landas pacunya memiliki panjang 2.220 meter dan lebar 45 meter serta tidak memungkinkan diperpanjang karena kondisi lahan dan permukiman di sekitarnya. Bandara ini juga digunakan bersama TNI Angkatan Udara. Karena itu, operasional Boeing 737-800 dan Airbus A320 dirancang menggunakan pengaturan slot untuk menjaga kapasitas dan keselamatan penerbangan.

Keterbatasan tersebut menjadi salah satu alasan Husein tidak diproyeksikan menggantikan seluruh fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pemerintah Jawa Barat sebelumnya menyatakan kedua bandara akan menjalankan fungsi yang saling melengkapi, dengan Husein mengutamakan konektivitas yang dibutuhkan Bandung Raya.

Kembalinya Rute Internasional Dinilai Penting bagi Pariwisata

Pengaktifan kembali penerbangan internasional memiliki arti penting bagi sektor pariwisata Bandung. Sebelum pandemi dan perubahan pola penerbangan, Bandara Husein merupakan salah satu pintu utama masuk wisatawan asing ke Jawa Barat.

Data BPS Jawa Barat yang dikutip detikJabar menunjukkan 157.833 wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Husein sepanjang 2019. Jumlah tersebut turun tajam ketika pandemi dan setelah konektivitas penerbangan mengalami perubahan.

Pada 2019, sebagian penerbangan domestik jet dari Husein juga pernah dialihkan ke Kertajati. Setelah pengalihan tersebut, Husein masih melayani rata-rata sekitar 1.440 penumpang domestik dan 810 penumpang internasional dalam catatan operasional ketika itu.

Reaktivasi terbaru kemudian dipercepat pemerintah dari rencana semula September menjadi Agustus 2026. Kementerian Perhubungan menyatakan keputusan itu diambil untuk merespons kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas udara Jawa Barat.

Dengan penerbangan jet yang mulai kembali pada 14 Agustus serta rencana membuka rute Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura, Husein Sastranegara kini bersiap kembali menjadi salah satu pintu udara utama menuju Bandung. Tantangan berikutnya adalah memastikan rute yang telah diajukan maskapai benar-benar memperoleh izin dan dapat beroperasi secara berkelanjutan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Muhammad Farhan, pemkot bandung, dan Bandara Husein Sastranegara dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.