Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang tidak dapat digunakan sejak sebagian atapnya roboh pada November 2024. Proyek rehabilitasi total sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ditargetkan mulai paling lambat September 2026 dengan anggaran Rp48,1 miliar.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah meninjau langsung kondisi gedung sekolah pada Jumat (24/7). Dari hasil peninjauan, Pramono menemukan sebagian kerangka bangunan masih dalam kondisi baik, sedangkan bagian lainnya mengalami korosi hingga memicu kerusakan.
“Bangunan ini sebenarnya direnovasinya terakhir pada 2011. Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada," kata Pramono.
Pemprov DKI sebelumnya merencanakan pembangunan sekolah itu pada tahun anggaran 2027. Namun, setelah kondisi bangunan mendapat perhatian masyarakat, Pramono menggelar rapat bersama jajarannya pada Kamis (23/7) dan memutuskan proyek harus dipercepat.
Menurut laporan Media Indonesia, proses pembangunan ditargetkan berlangsung selama sekitar 10 bulan. Pendanaannya akan menggunakan gabungan dana Koefisien Lantai Bangunan atau KLB dan APBD Perubahan DKI Jakarta.
“Rehab ini akan dimulai paling lama adalah September. Paling lama September harus segera dimulai,” ucap Pramono.
Masuk Daftar Empat Sekolah Prioritas
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 bukan satu-satunya sekolah yang akan dibangun dalam waktu dekat. Pemprov DKI menetapkan empat proyek sekolah sebagai prioritas karena kondisi bangunannya dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Selain SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp48,1 miliar, pembangunan juga mencakup SMA Negeri 102 Jakarta senilai Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar.
“Sehingga total anggaran adalah kurang lebih Rp249 miliar. Empat sekolah ini yang kita akan mulai pembangunannya,” katanya.
Berdasarkan penjumlahan rincian anggaran yang disampaikan untuk setiap proyek, nilainya mencapai Rp238,1 miliar. Angka tersebut berbeda sekitar Rp10,9 miliar dari total kurang lebih Rp249 miliar yang disebut Pramono. Belum terdapat penjelasan lebih lanjut apakah selisih itu mencakup kebutuhan tambahan atau komponen pembangunan lainnya.
Rencana pembangunan empat sekolah tersebut merupakan hasil penyesuaian dari target awal Pemprov DKI. Pemerintah sebelumnya merencanakan pembangunan terhadap 22 sekolah pada 2026. Namun, penyesuaian Dana Bagi Hasil dan kebijakan efisiensi anggaran membuat jumlah sekolah yang masuk penganggaran berkurang menjadi tujuh, dengan empat di antaranya dipercepat sebagai prioritas.
Siswa Belajar dengan Sistem Dua Shift
Sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada 27 November 2024. Hasil pemeriksaan teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan menyatakan bangunan mengalami kerusakan berat sehingga tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan tersebut berdampak pada empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi seluruh gedung kemudian dikosongkan untuk menjamin keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Sejak 28 November 2024, sekitar 270 siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang lokasinya berdampingan. Proses pembelajaran dilaksanakan dalam dua shift agar seluruh siswa dari kedua sekolah tetap mendapatkan ruang dan waktu belajar.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menegaskan sistem belajar sementara tersebut tetap mengacu pada kurikulum dan didampingi guru seperti biasa.
“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal,” kata Nahdiana.
Para siswa akan tetap menjalani kegiatan belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 hingga pembangunan gedung baru selesai. Pemprov DKI juga akan menunjuk tim teknis untuk mengawasi proyek agar pembangunan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar keamanan sarana pendidikan.
Tinggalkan Komentar
Komentar