Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan membangun kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang rusak parah selama dua tahun terakhir. Keputusan soal jadwal pembangunan direncanakan rampung pada hari yang sama.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan, pembangunan gedung sekolah tersebut harus segera direalisasikan. Ia menilai kondisi bangunan yang rusak itu tak boleh lagi mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar siswa.

"Nanti siang ini, saya akan segera memutuskan kapan ini akan dibangun. Yang jelas, bagi Jakarta, terutama bagi saya pribadi, kondisi pendidikan seperti itu benar-benar menampar muka saya," kata Pramono Anung Wibowo di kawasan Jakarta Utara, Kamis.

Sebelum pernyataan itu disampaikan, Pramono bersama jajarannya telah membahas kondisi sekolah tersebut dalam rapat internal. Ia menyebutkan, rapat lanjutan akan digelar pada siang harinya untuk mematangkan rencana pembangunan ulang SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi.

"Saya sudah memerintahkan walaupun anggarannya belum ada di APBD atau APBD perubahan, kita bisa menggunakan dana-dana yang ada salah satunya KLB dan sebagainya. Makanya, segera saya mengambil keputusan," ujar Pramono.

Selain memastikan pendanaan lewat skema Kebutuhan Luar Biasa (KLB), orang nomor satu di Jakarta itu juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada esok hari.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta memastikan layanan pendidikan bagi seluruh siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan normal selama proses perencanaan pembangunan ulang gedung berlangsung bertahap dan terencana.

"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal," jelas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana di Jakarta, Rabu (22/7).

Kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilakukan dengan sistem dua sif, namun Nahdiana memastikan proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku. Para siswa, kata dia, tetap didampingi guru dengan kualitas layanan pendidikan yang terjaga.

Penyesuaian jadwal belajar tersebut, menurutnya, tidak mengurangi mutu pembelajaran. Kurikulum, proses belajar mengajar, hingga pendampingan oleh guru dan tenaga kependidikan tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

"Kami terus melakukan pendampingan agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas selama proses pembangunan sekolah dipersiapkan," pungkas Nahdiana.