Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk tim teknis lintas dinas untuk mengawasi pembangunan dan perbaikan gedung sekolah di Ibu Kota. Langkah ini diambil agar proyek dikerjakan tenaga profesional, memenuhi standar keamanan, dan tidak mengulangi kerusakan seperti yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan susunan tim, mekanisme pengawasan, serta pembagian tanggung jawab akan dibahas bersama jajaran Pemprov DKI. Tim tersebut juga akan melakukan investigasi dan inventarisasi terhadap sekolah yang membutuhkan perbaikan.

“Besok akan dirapatkan kembali, akan ditunjuk tim teknisnya, siapa yang mengawasi, dan sebagainya. Karena saya tidak mau pembangunan yang diupayakan tidak gampang ini kemudian tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

Tim investigasi dan inventarisasi akan meninjau kondisi bangunan sekolah serta mencatat penyebab kerusakannya. Pemeriksaan antara lain menyasar kualitas kerangka bangunan, kondisi material, serta aspek teknis lain yang dapat memengaruhi kekuatan gedung.

Hasil pemeriksaan akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan sekolah yang perlu direhabilitasi atau dibangun ulang. Pemprov DKI berharap pengawasan sejak tahap perencanaan dapat memastikan gedung sekolah aman dan bertahan dalam jangka panjang.

Dinas Pendidikan Tak Lagi Bekerja Sendiri

Dalam skema baru tersebut, pembangunan sekolah tidak hanya berada di bawah pengawasan Dinas Pendidikan. Pemprov DKI akan melibatkan tenaga teknis dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan atau Citata serta Dinas Bina Marga.

Koordinasi pekerjaan akan berada di bawah Asisten Pembangunan. Pelibatan lintas dinas dinilai perlu karena pembangunan gedung membutuhkan keahlian khusus yang tidak seluruhnya dimiliki jajaran Dinas Pendidikan.

“Karena memang dulu-dulu pembangunan yang seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan untuk mensupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga,” jelas Pramono.

Langkah tersebut sekaligus menjadi evaluasi terhadap tata kelola pembangunan sarana pendidikan di Jakarta. Selain mengawasi pekerjaan kontraktor, tim teknis diharapkan dapat memastikan rancangan, pemilihan material, pengerjaan struktur, dan tahapan penyelesaian sesuai standar.

Pramono sebelumnya juga memerintahkan evaluasi terhadap sekolah-sekolah rusak di Jakarta. Ia menilai pembangunan gedung bukan tugas utama Dinas Pendidikan sehingga dibutuhkan pendampingan dari perangkat daerah yang memiliki kompetensi teknis konstruksi.

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi Prioritas

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 menjadi salah satu proyek pertama yang akan dikawal tim tersebut. Sebagian rangka atap sekolah itu roboh pada November 2024 dan dikategorikan rusak berat berdasarkan pemeriksaan Suku Dinas Citata sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pembangunan kembali sekolah tersebut membutuhkan anggaran Rp48,1 miliar. Dana akan bersumber dari Koefisien Lantai Bangunan atau KLB dan APBD Perubahan DKI Jakarta.

Sebelum pekerjaan fisik dimulai, pemerintah harus menghapus gedung yang rusak dari pencatatan aset daerah. Setelah proses penghapusbukuan selesai, Pemprov DKI akan menunjuk kontraktor pelaksana dan memulai pembangunan paling lambat September 2026.

“Tahapan yang dilakukan yang pertama adalah penghapusan terhadap gedung yang rusak ini. Supaya nggak menjadi temuan, ini semuanya dihapuskan dulu bukunya. Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini,” papar Pramono.

Rencana pembangunan sebenarnya telah memasuki tahap perencanaan sejak 2025 melalui penyusunan Detail Engineering Design. Proyek tersebut sebelumnya masuk dalam rencana rehabilitasi total tahun jamak 2026–2027, tetapi kemudian dipercepat karena kondisi gedung dinilai memprihatinkan.

Selain SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan SMA Negeri 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01. Total anggaran untuk empat proyek tersebut disebut mencapai sekitar Rp249 miliar.

Sebanyak 270 Siswa Belajar di Sekolah Lain

Kerusakan gedung membuat 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sejak 28 November 2024. Kegiatan belajar dilakukan dalam dua shift agar seluruh siswa dari kedua sekolah tetap memperoleh ruang belajar.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memastikan, pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum dan didampingi guru selama pembangunan gedung baru berlangsung.

“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal. Meski kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan sistem dua shift, proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, didampingi guru, dan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga,” ungkapnya.

Para siswa akan tetap belajar di gedung pengganti hingga pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 selesai dan dinyatakan aman digunakan. Melalui tim teknis lintas dinas, Pemprov DKI berupaya memastikan pembangunan tidak sekadar cepat, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan bagi warga sekolah.