banner-sheroes-yoga
Kota

Ekonomi Jakarta Makin Ngebut, Investasi Tembus Rp173,6 Triliun di Separuh 2026

Ekonomi Jakarta tumbuh solid pada Semester I 2026. Investasi menembus Rp173,6 triliun, didukung kenaikan daya beli dan mobilitas warga.

pelican crossing
Ilustrasi - Pejalan kaki melintasi "pelican crossing" untuk menyeberang jalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Antara Foto/ Galih Pradipta.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui akun Instagram Jakarta Smart City, @jsclab, membagikan pencapaian indikator ekonomi daerah sepanjang paruh pertama tahun ini. 

Hingga pertengahan 2026, realisasi pendapatan daerah Jakarta berhasil menyentuh angka Rp29,29 triliun. Capaian ini melampaui ekspektasi dengan angka 41% lebih banyak dari target tahunan yang telah ditetapkan.

Perolehan anggaran yang optimal tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas harga barang pokok, mempercepat jalannya program pembangunan infrastruktur, serta mengoptimalkan berbagai fasilitas layanan publik. 

Fondasi Ekonomi Menguat di Tengah Tantangan Global

Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, fondasi perekonomian Jakarta terbukti makin solid dengan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,59% pada awal tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi yang terbilang kuat ini didukung oleh tiga faktor utama, di antaranya:

  • Inflasi daerah yang tetap terjaga dengan baik pada angka 2,78%.
  • Peningkatan daya beli masyarakat yang tumbuh signifikan sebesar 8,90%.
  • Kenaikan mobilitas warga yang melonjak hingga 9,70%.

Tingginya aktivitas mobilitas warga turut tercermin dari pemanfaatan fasilitas moda transportasi umum. Sepanjang periode ini, tercatat sebanyak 230,8 juta pengguna telah memanfaatkan layanan transportasi publik di wilayah Jakarta.

Daya Tarik Investasi dan Penurunan Angka Pengangguran

Ekosistem bisnis di Jakarta yang terus berkembang positif membawa provinsi ini meraih nilai investasi terbesar di Indonesia. Pada Semester I 2026, realisasi investasi yang masuk ke Jakarta tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp173,6 triliun.

Masuknya modal dalam jumlah besar tersebut memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan lapangan kerja baru. Tingkat pengangguran di Jakarta tercatat mengalami penurunan hingga 6,03%. 

Penurunan ini didorong oleh terbukanya kesempatan kerja melalui berbagai program padat karya, pelatihan keterampilan untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja, hingga fasilitasi penempatan kerja ke luar negeri.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai jakarta dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.