periskop.id - Pasar kripto kehilangan kenaikan awalnya pada Rabu (waktu setempat), saat rebound sementara mulai melemah. Bitcoin kembali turun di bawah US$89.000, seiring melemahnya selera risiko di pasar saham dan mata uang Eropa.

Bitcoin diperdagangkan sekitar US$88.800 selama sesi AS, setelah sempat menanjak mendekati US$90.000 di awal hari. Pergerakan ini lebih terlihat sebagai jeda setelah tekanan jual yang cukup besar, daripada tanda pemulihan yang kuat.

Token kripto utama lain mengikuti pola serupa, stabil di awal sesi sebelum momentum kenaikan memudar seiring pelemahan pasar secara keseluruhan.

Melansir Coindesk, Rabu (21/1), kondisi ini sejalan dengan memburuknya sentimen di pasar tradisional pada sore hari di Eropa. Indeks Stoxx 600 turun 0,5%, memperpanjang tren penurunan menjadi empat sesi berturut-turut—catatan terburuk sejak November, dengan sektor keuangan dan asuransi memimpin pelemahan. Pasar obligasi, yang sempat memberi sedikit penguatan, juga melemah seiring penurunan imbal hasil di Eropa memudar.

Futures saham AS bergerak lebih rendah, sementara harga emas melonjak 2% ke level rekor baru di atas US$4.860 per ounce, menandakan investor tetap memilih perlindungan modal daripada kembali ke aset berisiko.

Pasar kripto sempat mencoba stabil lebih awal setelah obligasi pemerintah Jepang pulih dari tekanan tajam awal pekan ini, setelah pemerintah berupaya menenangkan pasar. Pemulihan tersebut sempat membantu Bitcoin menutup sebagian kerugian pada Selasa, namun kenaikan ini rapuh karena tekanan makro terus berlanjut.

Di balik ketidakpastian ini, terdapat ketegangan yang meningkat antara Presiden Donald Trump dengan Eropa menjelang pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos. Trump sempat mengancam memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak dorongannya untuk menguasai atau mengambil alih Greenland, memunculkan kekhawatiran baru akan konflik perdagangan dan volatilitas kebijakan.

Kekhawatiran ini menekan dolar AS, yang kini nyaris mempertahankan keuntungan tahunannya, sementara mata uang seperti poundsterling ikut terdampak.

Tekanan jual pada Selasa lalu membuat lebih dari US$1 miliar posisi kripto leveraged dilikuidasi, dan pergerakan harga Rabu menunjukkan pasar masih mencerna dampak likuidasi paksa tersebut.