periskop.id - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Rabu (14/1), rupiah dibuka melemah di level Rp16.870 per dolar AS.
Menanggapi pergerakan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fluktuasi nilai tukar rupiah tidak dapat dilepaskan dari dinamika global dan merupakan ranah kebijakan bank sentral.
Meski demikian, Purbaya menilai nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional.
"Kalau rupiah kan saya nggak bisa ngomong Rupiah kan urusan bank sentral (Bank Indonesia). Tapi begini kalau nanti ekonominya membaik terus harusnya rupiah kan menguat," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Rabu (14/1).
Menurut Purbaya, seiring membaiknya kinerja ekonomi nasional, aliran modal asing diperkirakan akan kembali masuk ke Indonesia. Hal itu didorong oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan banyak negara lain.
“Kenapa? Karena orang modal-modal asing akan masuk mereka akan masuk ke tempat yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," jelas dia.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV diperkirakan berada di kisaran 5,45%, dan pada tahun berjalan pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan hingga mendekati 6%. Keyakinan terhadap arah pertumbuhan tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor global.
"Kita kan kemarin mungkin triwulan ke-empat 5,45% kali ya. Triwulan tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6%," tambahnya.
Selain arus modal asing, Bendahara Negara itu juga menilai dana milik warga negara Indonesia yang selama ini ditempatkan di luar negeri berpotensi kembali masuk ke dalam negeri seiring meningkatnya peluang investasi domestik.
"Jadi anda gak usah takut fondasi kita kuat Rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini dan orang Indonesia yang naro uangnya di sana keluar negeri juga akan balik," terangnya.
Lebih lanjut, ia pun optimistis tekanan terhadap rupiah bersifat sementara dan memperkirakan penguatan mata uang domestik dapat mulai terlihat dalam waktu dekat.
"(Bakal menguat) Dua minggu ini," Purbaya mengakhiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar