Suahasil Ungkap Tiga Langkah Perkuat Pengawasan di Bea Cukai
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap tiga langkah memperkuat pengawasan Bea Cukai, mulai dari SDM, teknologi, hingga proses bisnis.

Periskop.id - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan tiga langkah yang akan dilakukan untuk memperkuat pengawasan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yakni memperkuat sumber daya manusia (SDM), teknologi, serta proses bisnis.
Suahasil mengatakan penguatan pengawasan harus dimulai dari kualitas dan integritas aparat yang bertugas di lapangan. Menurutnya, pengawasan tidak akan berjalan optimal apabila petugas yang melakukan pengawasan tidak memiliki integritas.
"Nomor satu, yang paling penting adalah sumber daya manusia. Tidak mungkin membersihkan kalau yang membersihkan itu tidak bersih," kata Suahasil dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (22/9).
Ia meminta seluruh aparat pengawasan di lapangan bekerja secara tertib dan disiplin, terus meningkatkan kompetensi, serta menjaga integritas. Kementerian Keuangan juga akan memastikan sistem dan aturan yang ada dapat mendukung aparat dalam menjalankan tugas pengawasan.
Langkah kedua adalah memperkuat penggunaan teknologi. Suahasil mengatakan peningkatan skala pekerjaan pengawasan membuat Bea Cukai tidak mungkin memeriksa seluruh kontainer satu per satu. Sehingga teknologi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
"Jadi saya minta semua aparat pengawasan di lapangan bekerja dengan tertib, disiplin, terus meningkatkan kompetensi, dan berintegritas. Orangnya berintegritas, namun dengan skala pekerjaan pengawasan yang makin besar, kita harus menggunakan teknologi," terang dia.
Menurutnya, teknologi seperti X-ray dapat digunakan untuk menentukan kontainer yang perlu diperiksa lebih lanjut. Selain itu, teknologi dan sistem juga dapat membantu mendeteksi perubahan dalam pemberitahuan impor, termasuk perubahan nomor Harmonized System (HS) dan jenis barang yang dapat menjadi tanda peringatan (alert) bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan.
"Ini kombinasi antara SDM dengan teknologi, dengan sistem," tambahnya.
Sementara langkah ketiga adalah memperbaiki proses bisnis pengawasan. Suahasil menekankan pengawasan harus tetap dilakukan tanpa menghambat arus barang yang dibutuhkan oleh perekonomian.
Ia mengatakan sebagian besar barang impor merupakan kebutuhan produksi maupun konsumsi masyarakat. Sepanjang barang tersebut masuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Bea Cukai harus memfasilitasi prosesnya.
"Nah ketika memfasilitasi ini, dilakukan dengan proses bisnis yang baik. Tidak boleh memperlama proses pengawasan, tetapi harus tetap aman," tuturnya.
Lebih jauh, Suahasil menegaskan kombinasi SDM yang berintegritas, pemanfaatan teknologi, dan perbaikan proses bisnis menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengawasan Bea Cukai ke depan.
"Karena itu kombinasi dari sumber daya manusia, teknologi, dan cara kerja yang terus kita perbaiki menjadi kunci dari pengawasan yang makin baik ke depannya. Tetap menumbuhkan ekonomi, tetapi juga tetap melindungi masyarakat kita," tutup Suahasil.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Suahasil Nazara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.