periskop.id – Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun menegaskan bahwa penilaian terhadap para calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) harus dilakukan secara objektif dan berbasis kompetensi, meskipun saat ini perhatian publik banyak tersedot pada sosok Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono.
“Masyarakat mempunyai persepsi itu adalah haknya masyarakat memberikan penilaian. Di Komisi XI terutama saya yang mengenal Pak Thomas, beliau orang yang mempunyai kemampuan, mempunyai rekam jejak yang bagus,” ujar Misbakhun kepada awak media di Jakarta, Jumat (23/1).
Legislator Partai Golkar tersebut menekankan, jika nantinya Thomas terpilih mengemban amanah di bank sentral, hal itu semata-mata karena kapabilitas yang dimilikinya.
Ia mengajak publik untuk melihat proses seleksi ini secara jernih. Menurutnya, tidak adil jika penilaian masyarakat hanya terpaku pada satu figur atau mengaitkan latar belakang pribadi dengan jabatan publik yang bersifat teknokratis.
Misbakhun mengingatkan bahwa Bank Indonesia adalah lembaga yang bekerja berdasarkan sistem aturan dan regulasi yang ketat, bukan berdasarkan preferensi personal seseorang.
“Nah inilah yang kalau menurut saya yang perlu dipahamkan kepada masyarakat. Jangan kemudian mengkait-kaitkan hal-hal yang sifatnya in person seseorang itu pada sebuah bidang kerja yang menurut saya harus kita detailkan lebih kuat lagi pada bagaimana sebuah bank sentral itu dikelola oleh sebuah sistem aturan dan regulasi,” tuturnya.
Dalam rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) tersebut, setiap kandidat diberikan panggung yang sama untuk memamerkan visi, misi, serta pemahaman teknis mereka.
Misbakhun juga memberikan apresiasi tinggi kepada calon lainnya, yakni Solikin M. Juhro, yang menjadi peserta pertama dalam proses pengujian tersebut. Ia menilai paparan Solikin sangat memuaskan.
“Pak Solihin dalam melangkah sebagai seorang ekonom, seorang bankers bank sentral dan sebagainya, jadi keterbukaan ini tolong juga diberikan apresiasi untuk menilai lebih objektif tidak hanya dari satu sisi tapi kepada hal-hal yang lebih keseluruhan,” ucapnya.
Menurut Misbakhun, Solikin berhasil menyampaikan materi yang sangat mendalam dan teknis. Kandidat dari internal BI tersebut dinilai mampu menjelaskan strategi integrasi kebijakan yang solid.
Salah satu poin yang disorot adalah kemampuan Solikin merumuskan bauran kebijakan moneter yang selaras dengan program-program fiskal pemerintah.
“Hingga hal-hal yang bagaimana membangun bauran kebijakan moneter mengkoneksi dengan kebijakan program-program pemerintah yang ada di ruang fiskal,” tutup Misbakhun.
Tinggalkan Komentar
Komentar