periskop.id - Ketua SC Reuni 212 Ahmad Sobri Lubis menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas jaringan mafia dan pelaku korupsi. Dukungan tersebut disampaikan kepada wartawan saat acara Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, pada Selasa (2/12).
Sobri menegaskan bahwa pemberantasan korupsi dan penegakan hukum harus menjadi prioritas. Ia menyampaikan bahwa umat siap mendukung langkah tegas pemerintah.
“Ada beberapa hal yang menjadi sorotan kami, yaitu rencana Presiden Prabowo untuk memberantas mafia-mafia, koruptor-koruptor. Kami nyatakan kami mendukung sepenuhnya untuk segera pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Menurut Sobri, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan selama ini telah merusak tatanan negara dan menyulitkan masyarakat. Karena itu, ia meminta agar pemerintahan saat ini mengembalikan supremasi hukum kepada fungsinya yang paling mendasar, yakni melindungi rakyat.
“Kita berharap di tangan Pak Prabowo ini, kembalikan lagi hukum jadi milik rakyat. Panglima kita adalah hukum dan keadilan,” katanya.
Panitia juga menyinggung adanya pihak-pihak yang disebut sebagai mafia yang mencoba mengancam pemerintah ketika negara mulai menunjukkan upaya pemberantasan korupsi. Mereka menegaskan bahwa elemen 212 siap berdiri di garis depan jika pemerintah mendapat tekanan dari kelompok tersebut.
“Andaikan pemerintah serius memberantas mafia, maka kami siap pasang badan. Kami bukan orang Prabowo, tapi kami tidak terima kalau upaya kebaikan diancam-ancam,” tegas Sobri.
Selain isu korupsi, Reuni 212 juga memuat pesan moral lain seperti doa untuk keselamatan bangsa, desakan agar bencana di Aceh dan Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional, serta seruan agar Indonesia lebih tegas terhadap penjahat perang di Palestina. Namun dukungan terhadap agenda pemberantasan mafia dan korupsi menjadi salah satu poin paling menonjol.
Dalam acara reuni 212, diadakan pula salat gaib untuk mendoakan saudara-saudara di Aceh dan Sumatera yang terdampak bencana alam.
Tinggalkan Komentar
Komentar