periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 mencapai 72,32 poin.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan, nilai tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 71,53 poin.

“SPI ini adalah Survei Penilaian Integritas. Dia merupakan pelengkap daripada Indeks persepsi korupsi. Skornya memang meningkat, ada sekitar poin 0,8-0,9 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Setyo, di Yogyakarta, Selasa (9/12).

Meskipun meningkat, tetapi Setyo mengatakan angka tersebut masih rentan.

“Tapi secara rata-rata, skor ini masih rentan. Dibandingkan tadi DIY yang 79,4, ada di beberapa Kementerian/Lembaga yang bisa mencapai angka 80 sekian,” ungkap dia.

Setyo mengatakan, SPI tersebut bukan sekadar angka, melainkan perilaku korupsi di setiap tempat masih ada. Akibatnya, pimpinan kementerian/lembaga dan kepala daerah disarankan untuk menugaskan para inspektorat untuk membedah skor SPI bersama Kedeputian Pencegahan.

“Nanti dibedah, di bagian apa yang risiko integritasnya masih rendah? Potensi kerawanan terhadap gratifikasi, pungutan, suap, dan lain-lain masih rendah. Semua bisa dilihat. Semua bisa diukur,” tutur dia.

Setyo menjelaskan, pihaknya juga memiliki alat yang bisa mengukur kebenaran SPI di setiap kementerian/lembaga atau suatu daerah. Setelah diukur menggunakan alat itu, pihaknya membandingkan dengan dokumen penyertanya.

“Sehingga kami dapat simpulkan bahwa ini adalah akal-akalan. Setelah kami dalami, ternyata betul. Ya, ada cipta kondisi untuk bisa membuat skor dalam satu wilayah itu menjadi baik. Karena kita tujuannya adalah untuk integritas, maka kita berharap semuanya baik,” ujar dia.

Setyo berharap semua wilayah bisa memiliki SPI yang meningkat. Bahkan, setiap pemimpin juga dapat mencontoh negara tetangga yang memiliki SPI tinggi.

“Malaysia skornya 50, Singapura skornya 80, Timor Leste skornya 40. Memang enggak akan bisa disamakan, orang bilang apple-to-apple, enggak bisa. Beda sistem pemerintahan, masyarakat, budaya, dan lain-lain semua beda. Tapi setidaknya itu bisa jadi motivasi buat kita semua,” kata Setyo.