periskop.id - Terra Drone angkat suara setelah kebakaran di kantor pusatnya, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menyebabkan korban jiwa.
“Atas nama seluruh manajemen dan karyawan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami sangat berduka atas kehilangan ini, dan hati serta doa kami bersama keluarga yang ditinggalkan,” tulis rilis tersebut, Rabu (10/12).
Terra Drone menegaskan pihaknya akan berkomitmen memberikan bantuan kepada keluarga korban yang terdampak. Sebab, keselamatan dan kesejahteraan karyawan selalu menjadi prioritas utama kami.
“Perusahaan berkomitmen untuk memberikan bantuan, dukungan, dan pendampingan yang diperlukan bagi keluarga korban pada masa yang sangat berat ini. Keselamatan dan kesejahteraan karyawan selalu menjadi prioritas utama kami,” tulis keterangan itu.
Saat ini, Terra Drone bekerja sama sepenuhnya dengan RS Polri dan tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri seiring berlangsungnya investigasi untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.
“PT Terra Drone Indonesia sepenuhnya mendukung dan mematuhi seluruh proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang,” lanjut keterangan itu.
Terra Drone juga menegaskan beberapa hal terkait beredarnya informasi yang tidak tepat di pemberitaan. Pihaknya menegaskan hal berikut, yaitu:
- Pihak yang berhak memberikan penjelasan resmi terkait penyebab, perkembangan, maupun hasil investigasi adalah pihak berwenang.
- Perusahaan akan memberikan pembaruan informasi hanya setelah menerima keterangan resmi dari instansi terkait.
- PT Terra Drone Indonesia berkomitmen menjaga transparansi serta memberikan dukungan penuh dalam seluruh proses penanganan insiden ini.
Diketahui, polisi mengungkapkan data terbaru korban kebakaran ruko Terra Drone, Jakarta Pusat, yang berhasil mengidentifikasi tujuh korban dari sebelumnya hanya tiga korban.
“Kemarin malam, Selasa (9/12) telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi dan dinyatakan teridentifikasi sebanyak tiga orang. Dan pagi ini Rabu (10/12), kembali kita laksanakan rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan tujuh jenazah telah kembali kami identifikasi. Jadi, tadi malam dan hari ini ada 10 jenazah,” kata Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru, dalam konferensi pers, Rabu (10/12).
Tinggalkan Komentar
Komentar