periskop.id - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengumumkan penyelesaian pembangunan 10 unit jembatan darurat atau bailey di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, sebagai langkah cepat memulihkan konektivitas wilayah yang terputus.
“Kesepuluh jembatan itu terdiri dari empat jembatan di Aceh, dua jembatan di Sumatera Utara, dan empat jembatan di Sumatera Barat,” tulis siaran pers Bakom RI di Jakarta, Sabtu (27/12).
Infrastruktur penghubung ini dipastikan sudah dapat dilalui oleh masyarakat umum. Kehadiran jembatan darurat sangat krusial untuk membuka kembali akses daerah yang sempat terisolasi total akibat kerusakan parah.
Secara rinci, pembangunan di Provinsi Aceh difokuskan pada Kabupaten Bireun. Empat jembatan telah berdiri, yakni Jembatan Teupin Mane sepanjang 39 meter dan Jembatan Teupin Redeup sepanjang 30 meter.
Masih di Kabupaten Bireun, pemerintah juga menyelesaikan dua titik lainnya. Jembatan Jeumpa dibangun sepanjang 18 meter, serta Jembatan Matang Bangka dengan panjang bentang 15 meter.
Sementara untuk wilayah Sumatera Utara, konstruksi menyasar dua lokasi strategis. Jembatan Anggoli sepanjang 33 meter dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah, sedangkan Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung sepanjang 26 meter didirikan di Kabupaten Deli Serdang.
Pembangunan di Sumatera Barat meliputi empat titik krusial. Jembatan Sikabau sepanjang 18 meter kini berdiri di Kabupaten Pasaman Barat, menyusul Jembatan Padang Mantuang sepanjang 30 meter di Kabupaten Padang Pariaman.
Dua jembatan lainnya di Ranah Minang berlokasi di Kabupaten Solok. Infrastruktur tersebut adalah Jembatan Bawah Kubang sepanjang 21 meter dan Jembatan Supayang dengan panjang 36 meter.
Pemasangan jembatan rangka baja pra-fabrikasi ini menjadi prioritas utama pemerintah pasca-bencana. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda ketiga provinsi pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif.
Data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat dampak bencana cukup signifikan terhadap jalur logistik. Sebanyak 80 ruas jalan nasional lumpuh dan 33 jembatan rusak di tiga provinsi tersebut.
Kementerian PU bersama TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan unsur terkait terus berkolaborasi di lapangan. Sinergi ini bertujuan mempercepat pemulihan seluruh infrastruktur agar roda ekonomi warga kembali berputar normal.
Tinggalkan Komentar
Komentar