periskop.id - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 masih menelan korban jiwa hingga sebulan pascakejadian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 1.140 orang.

Berdasarkan data BNPB per Senin, 29 Desember 2025 pukul 06.00, jumlah korban jiwa tersebut bertambah dua orang dibandingkan pendataan sehari sebelumnya.

Aceh menjadi provinsi dengan korban jiwa terbanyak, yakni 513 orang meninggal, dengan 213 korban berasal dari Aceh Utara. Di Sumatera Utara, korban tewas akibat banjir dan tanah longsor mencapai 365 orang, dengan Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai wilayah paling terdampak dengan 127 korban jiwa. Sementara itu, di Sumatera Barat tercatat 262 korban meninggal, dengan 192 korban berasal dari Kabupaten Agam.

Selain dampak kemanusiaan, bencana juga mengakibatkan kerusakan besar pada sektor pendidikan. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 19 Desember 2025 mencatat banjir bandang dan longsor telah merusak 3.274 fasilitas pendidikan serta 6.431 ruang kelas di tiga provinsi terdampak.

Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap 276.249 siswa serta 25.936 guru dan tenaga kependidikan, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan nonformal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah masih melakukan pembersihan lumpur dan material sisa banjir di sejumlah fasilitas pendidikan agar dapat segera difungsikan kembali.

“Nanti di minggu pertama bulan Januari beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” kata Abdul dalam keterangan resmi, Minggu, (28/12).

Selain pembersihan sekolah, BNPB juga menyiapkan tenda darurat untuk mendukung kegiatan pembelajaran bagi sekolah atau madrasah yang mengalami kerusakan berat dan masih membutuhkan perbaikan lanjutan.

Sementara itu, kesiapan operasional sekolah di wilayah terdampak belum merata. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan kesiapan operasional sekolah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah mendekati 90%, sedangkan di Aceh baru mencapai sekitar 65%.

BNPB menilai proses pemulihan masih akan berlangsung seiring besarnya dampak bencana, baik dari sisi korban jiwa maupun kerusakan fasilitas publik di wilayah terdampak.