Periskop.id - Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kesiapan untuk melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara penuh di seluruh penjuru tanah air pada tanggal 8 Januari 2026 mendatang.
Pelaksanaan skala nasional ini akan dimulai setelah pemerintah merampungkan masa persiapan intensif selama lima hari untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung siap beroperasi secara optimal.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh Antara pada Jumat, (26/12), menjelaskan bahwa periode tanggal 2 hingga 7 Januari ditetapkan sebagai waktu jeda strategis.
Waktu tersebut akan digunakan oleh seluruh dapur MBG sebagai masa persiapan teknis guna menjamin terpenuhinya standar keamanan pangan serta mutu nutrisi yang akan diberikan kepada masyarakat.
Dapur program MBG yang secara resmi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan memanfaatkan masa jeda tersebut untuk melakukan audit fasilitas. Fokus utamanya mencakup kesiapan peralatan memasak, penguatan mekanisme rantai distribusi agar makanan sampai dalam kondisi segar, serta pelatihan intensif bagi sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.
Fokus pada Kelompok Rentan Selama Masa Libur Sekolah
Menjelang akhir tahun, tepatnya pada periode 26 hingga 31 Desember, program ini dipastikan tetap berjalan namun dengan penyesuaian fokus audiens.
Mengingat sebagian besar sekolah belum kembali beroperasi karena masa libur semester, BGN menginstruksikan agar layanan diprioritaskan bagi kelompok rentan lainnya, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Meskipun demikian, pihak BGN menegaskan bahwa kebersihan tetap menjadi prioritas utama. Dadan menyebutkan bahwa dapur tetap diminta melayani sekolah yang memang sudah siap menerima makanan meskipun dalam suasana libur.
“Penyaluran kepada anak sekolah menjadi bersifat opsional. Kami tidak menganggap ketidakmampuan untuk mengambil atau mendistribusikan makanan selama libur sekolah sebagai sebuah masalah. Namun, layanan tetap tersedia bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya menegaskan fleksibilitas program di akhir tahun ini.
Klarifikasi Terkait Isu Penyerapan Anggaran
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan klarifikasi penting terkait operasional program di masa liburan.
Ia menepis anggapan dari sejumlah pihak yang menyatakan bahwa kelanjutan program di akhir Desember hanyalah strategi untuk menyerap sisa anggaran negara semata.
Nanik menjelaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak mewajibkan anak sekolah untuk datang ke sekolah hanya demi menerima paket makanan selama masa liburan. Pemerintah mengedepankan prinsip kemudahan bagi para penerima manfaat.
“Orang tua atau kerabat dapat mengambil paket MBG atas nama siswa penerima manfaat, namun baik keluarga maupun sekolah tidak diwajibkan untuk berpartisipasi pada periode ini,” katanya secara transparan.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi lapangan, Nanik menambahkan bahwa SPPG juga telah menyiapkan skema penyaluran dalam bentuk pangan kering.
Layanan ini tersedia bagi sekolah sekolah yang secara khusus memintanya, sehingga kebutuhan gizi siswa tetap dapat terpenuhi melalui cara yang paling memungkinkan bagi pihak sekolah maupun orang tua.
Tinggalkan Komentar
Komentar