periskop.id - Pemerintah menyatakan akan melakukan pengukuran terhadap hasil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menilai dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Pengukuran tersebut diklaim mencakup kondisi fisik, pertumbuhan, hingga perkembangan otak, namun belum disertai penjelasan rinci mengenai metodologi dan indikator yang akan digunakan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, evaluasi dampak MBG baru akan dilakukan setelah program berjalan dalam kurun waktu tertentu.

“Nanti setelah satu tahun program makan bergizi, kita ukur hasilnya. Sebelum makan bergizi seperti apa fisiknya, pertumbuhannya, termasuk perkembangan otak. Setelah satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seterusnya,” ujar Zulkifli Hasan saat konferensi pers di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1).

Sejalan dengan hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebut pengukuran dampak MBG akan menjadi bagian dari program namun dilakukan oleh lembaga independen. Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan manfaat jangka panjang program.

“Tentu. Itu akan menjadi bagian dari output yang harus diukur dan dilakukan oleh lembaga independen,” kata Dadan.

Ia mencontohkan pengalaman Jepang dalam menjalankan program makan bergizi di sekolah, yang menurutnya menunjukkan peningkatan tinggi badan rata-rata dalam rentang waktu panjang akibat perbaikan kualitas gizi.

“Di Jepang, terdapat pengukuran peningkatan tinggi badan rata-rata dari tahun 1940-an hingga 2000-an, yang meningkat signifikan akibat kualitas gizi. Jadi bukan hanya faktor genetik, tetapi juga kualitas gizi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), hingga awal 2026 program ini telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Sasaran MBG mencakup anak usia sekolah dari PAUD hingga SMA, santri, serta kelompok rentan lain seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, yang dinilai membutuhkan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah menargetkan cakupan MBG dapat diperluas hingga sekitar 82,9 juta penerima manfaat secara nasional. 

Dengan jangkauan sebesar itu, rencana pengukuran dampak MBG terhadap tumbuh kembang anak menjadi penting untuk menilai efektivitas program. Hal ini berguna dalam memastikan MBG berpengaruh terhadap perbaikan kondisi kesehatan dan perkembangan anak di berbagai wilayah dengan karakteristik yang berbeda.