Periskop.id - Pemerintah Aceh kembali mengirim sebanyak 4.000 relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan setempat, untuk bakti sosial tahapan kedua ke sekolah-sekolah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
"Hari ini penugasan tahap kedua, sebanyak 4.000 ASN Pemerintah Aceh mulai turun ke kabupaten terdampak," kata Juru Bicara Pemprov Aceh Muhammad MTA, di Banda Aceh, Jumat (2/1).
Pada 29-30 Desember 2025 Pemerintah Aceh juga telah mengirimkan relawan ASN tahap pertama sebanyak 3.000 orang, untuk melakukan bakti sosial atau membantu membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir di Aceh.
“Penugasan ASN ini merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar di masa sulit. Pemerintah hadir, bekerja, dan peduli,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Minggu (28/12) lalu.
Para relawan ASN ini, lanjutnya, tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan layanan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan.
Mulai dari kebersihan lingkungan, akses fasilitas umum, hingga dukungan pelayanan kesehatan dan sosial terhadap warga terdampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025 lalu. Mereka ditugaskan selama dua hari yakni pada 29–30 Desember 2025.
MTA melanjutkan, pada keberangkatan relawan ASN ini tidak dilakukan pelepasan komunal seperti tahapan pertama, melainkan secara mandiri oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) masing-masing.
"Langkah ini dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu-lintas terutama di jembatan penghubung Kuta Blang dan Awe Geutah Kabupaten Bireuen (jembatan darurat)," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahapan kedua ini relawan ASN Pemerintah Aceh dikhususkan untuk membersihkan sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK. Pasalnya, mulai 5 Januari aktivitas sekolah bakal diaktifkan kembali terutama di Aceh Tamiang.
"Di lapangan, mereka nantinya akan berkoordinasi dengan pos komando kabupaten/kota serta bergabung dengan petugas dan relawan lain, seperti BNPB, TNI/Polri dan masyarakat," ucapnya.
Bertahap dan Simultan
Dia menegaskan, penugasan relawan ASN ini akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan dalam waktu cepat dan beriringan. "Berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat. Gubernur selalu berharap agar semua kita dapat terus bersatu demi Aceh lebih baik, bangkit dari bencana ini," tuturnya.
M Nasir sebelumnya menyampaikan, hingga akhir Desember, kondisi darurat masih dirasakan di berbagai daerah Aceh. Bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada terganggunya layanan dasar dan aktivitas keseharian masyarakat.
Ia menyampaikan, selain kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas umum dan rumah ibadah dari lumpur dan material sisa banjir, para relawan ASN ini juga berperan membantu koordinasi layanan kesehatan, pendampingan warga rentan, serta penguatan layanan sosial di lapangan.
Ia menegaskan, kehadiran ASN di lokasi bencana merupakan bentuk empati dan solidaritas pemerintah kepada masyarakat yang terdampak. “Kami tidak hanya datang membawa alat dan tenaga, tetapi juga kepedulian. ASN turun langsung untuk mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dialami warga,” ujarnya.
M Nasir menambahkan, penugasan relawan ASN ini merupakan tahap awal dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan atau kondisi di lapangan. "Pemerintah Aceh memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan relawan serta menghormati kearifan lokal," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar