periskop.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat ratusan lapangan futsal dan ruang pameran kendaraan (showroom) telah dialihfungsikan menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis.
“Secara natural saja mayoritas ini adalah bekas lapangan futsal 462, ada juga showroom motor dan mobil yang berubah menjadi SPPG sebanyak 92,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1).
Dadan merinci fenomena alih fungsi properti ini cukup masif terjadi di berbagai daerah. Selain fasilitas olahraga dan otomotif, sektor perhotelan dan kuliner juga turut berkontribusi menyediakan infrastruktur masak.
Data BGN menunjukkan ribuan rumah makan dan ratusan hotel telah merombak fasilitas mereka. Langkah ini diambil untuk memenuhi standar dapur umum yang ditetapkan pemerintah.
“Rumah makan ini juga lumayan besar 1.244, ada yang hotel juga berubah menjadi SPPG 131,” paparnya.
Meski pemanfaatan bangunan lama cukup tinggi, Dadan menegaskan mayoritas infrastruktur SPPG tetap didominasi oleh bangunan yang didirikan dari nol. Tercatat ada 5.203 unit bangunan baru yang dibangun khusus untuk program ini.
Namun, konversi dari aset hunian juga menempati porsi signifikan. Posisi kedua terbanyak berasal dari rumah tinggal warga yang diubah fungsinya menjadi dapur produksi.
“Bangunan baru yang berubah dari rumah tinggal itu 4.911,” jelas Dadan.
Aset komersial lain yang banyak dimanfaatkan adalah rumah toko (ruko) dan gudang. Ribuan unit properti ini kini beroperasi penuh sebagai pusat pengolahan makanan bagi anak sekolah.
BGN mencatat sebanyak 2.816 SPPG berasal dari ruko, sementara pemanfaatan gudang kosong mencapai 1.686 unit. Ada pula 327 unit kantor dan 381 rumah kantor (rukan) yang beralih fungsi.
Seluruh pembangunan dan renovasi infrastruktur fisik ini murni menggunakan dana mandiri dari pihak mitra. Dadan memastikan tidak ada anggaran negara yang keluar untuk biaya konstruksi tersebut.
“Operasional 100% dibiayai oleh mitra. Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Fleksibilitas penggunaan aset ini menjadi strategi kunci BGN dalam mempercepat ketersediaan layanan. Targetnya, puluhan ribu unit SPPG siap melayani 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar