periskop.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan instansinya sangat terbuka terhadap segala bentuk kritik masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena hal itu dianggap sebagai instrumen vital pengawasan publik terhadap kualitas layanan di lapangan.
“BGN ini institusi yang terbuka. Semua orang berhak mengawasi seluruh menu yang dihasilkan oleh SPPG,” ujar Dadan kepada wartawan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Kamis (29/1).
Dadan memastikan setiap evaluasi dari masyarakat akan diterima dengan baik. Masukan tersebut menjadi bahan bakar perbaikan kualitas program ke depannya.
Kritik yang beredar luas di media sosial justru dinilai positif. Hal tersebut berfungsi sebagai peringatan dini bagi para pelaksana program di tingkat bawah.
“Siapa saja yang mengevaluasi, diapresiasi oleh Badan Gizi Nasional. Kalau ada kritik yang viral, itu menjadi teguran bagi SPPG,” katanya tegas.
Pernyataan ini memperkuat sikap Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang. Sebelumnya, Nanik secara terbuka mempersilakan masyarakat mengunggah foto atau video menu MBG ke media sosial.
Hal ini berlaku jika menu yang diterima dinilai bermasalah. Misalnya, makanan tidak layak atau tak sesuai dengan pagu anggaran Rp10 ribu per porsi.
Penegasan tersebut disampaikan Nanik saat koordinasi di Jawa Timur. Ia bertemu jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bondowoso dan Situbondo, Senin (26/1).
“Saya tidak pernah melarang siapa pun untuk mengunggah menu MBG,” ujar Nanik dalam kesempatan tersebut.
Meski demikian, Nanik memberikan catatan penting bagi pengunggah. Unggahan harus disertai informasi detail agar solutif dan bisa ditindaklanjuti.
Informasi yang dibutuhkan meliputi waktu distribusi dan alamat sekolah penerima manfaat. Selain itu, nama serta alamat SPPG penyalur juga wajib dicantumkan.
Kelengkapan data ini sangat krusial. Tujuannya agar temuan masalah di lapangan dapat ditelusuri sumbernya dan diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran.
Partisipasi aktif warga di ruang digital dinilai sangat membantu. BGN menganggap hal ini sebagai bentuk nyata kolaborasi pengawasan publik demi suksesnya program nasional tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar