periskop.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah daerah telah kembali normal, sementara pemerintah masih memfokuskan penanganan di wilayah-wilayah yang terdampak lebih berat.
Tito mengatakan, sejak awal bencana pemerintah melakukan mobilisasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, serta distribusi logistik tetap berjalan. Kerusakan infrastruktur, gangguan listrik dan telekomunikasi, hingga terhambatnya pasokan energi menjadi perhatian utama dalam tahap awal penanganan.
“Dari laporan yang kami terima, ada 52 daerah terdampak, dengan sebaran 18 di Aceh, 18 di Sumatera Utara, dan 16 di Sumatera Barat,” ujar Tito saat konferensi pers di Gedung Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, dikutip Selasa (27/1).
Di Sumatera Barat, Tito menyebut sebagian wilayah telah pulih dan layanan publik kembali berjalan. Namun, pemerintah masih memberikan perhatian khusus pada beberapa kabupaten dan kota yang membutuhkan penanganan lanjutan, terutama terkait infrastruktur dasar dan normalisasi sungai.
“Untuk Sumatera Barat, dari 16 daerah terdampak, lima sudah normal total, dan lima lainnya masih menjadi atensi utama,” katanya.
Sementara itu di Sumatera Utara, kondisi juga menunjukkan perbaikan. Jalan nasional telah kembali berfungsi dan distribusi logistik berjalan lebih lancar, meski masih terdapat sejumlah wilayah yang memerlukan perbaikan lanjutan di tingkat daerah.
“Di Sumatera Utara, dari 18 wilayah terdampak, lima kawasan kota sudah normal, 11 mendekati normal, dan dua sampai empat wilayah masih perlu perhatian khusus,” ujar Tito.
Adapun di Aceh, pemulihan masih terus dilakukan di sejumlah daerah, terutama wilayah pesisir dan pegunungan yang terdampak banjir lumpur serta kerusakan akses jalan dan jembatan.
“Untuk Aceh, dari 18 daerah terdampak, satu sudah normal total, sembilan mendekati normal, dan delapan masih menjadi fokus penanganan, baik di wilayah pantai maupun daerah pegunungan,” kata Tito.
Ia menambahkan, secara umum pasokan logistik di wilayah terdampak telah berjalan baik. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalan kabupaten dan desa, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, serta infrastruktur pendukung lainnya. Setiap kementerian dan lembaga terkait telah menyusun rencana kerja sesuai dengan peta permasalahan di masing-masing daerah.
Tinggalkan Komentar
Komentar