periskop.id – Presiden Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari untuk mengumpulkan jejak digital berupa video dari pihak-pihak yang memprediksi kegagalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo ingin mendokumentasikan pernyataan para pengkritik yang menuding program perbaikan gizi tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa.

“Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan saja, dua bulan saja, kita sudah dihina. Sudah diramalkan pasti gagal. Pak, tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal. Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia. MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita, dibilang menghina,” ujar Prabowo saat peresmian 1.072 SPPG di Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo di hadapan publik karena merasa perlu mengarsipkan narasi negatif yang beredar masif. Ia menyoroti tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar saat program baru seumur jagung.

Kepala Negara mengaku heran dengan serangan bertubi-tubi yang justru datang dari kalangan terdidik. Ia menyebut banyak kaum intelektual dan akademisi yang mencemooh inisiatif tersebut tanpa dasar yang jelas.

“Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek. Saya dijelek-jelekin. Saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang,” kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini menyoroti sikap para guru besar yang seharusnya memberikan dukungan konstruktif. Namun, kenyataannya mereka justru melontarkan hinaan dan prediksi kegagalan.

Prabowo menilai kritikan tajam tersebut tidak didasari oleh analisis objektif demi kemajuan bangsa. Ia mencurigai adanya motif sentimen pribadi atau residu persaingan politik yang belum tuntas di balik serangan narasi itu.

“‘Program apa? Operasi ini, kampanye ini’, menjelek-jelekin presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin adalah biasa. Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh menyedihkan bagi saya,” ungkap Prabowo.

Ia pun menegaskan kembali tujuan mulia program ini adalah menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia dari ancaman kurang gizi. Tuduhan bahwa program ini menghina bangsa dianggapnya sebagai pemutarbalikkan fakta yang menyedihkan.

Saat ini, program MBG dilaporkan telah berjalan secara bertahap di berbagai wilayah. Pelaksanaannya didukung penuh oleh infrastruktur dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta kolaborasi bersama TNI-Polri.