periskop.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong langkah tegas pembenahan pasar modal dengan mengusulkan penunjukan figur independen dan berintegritas untuk mengisi jabatan strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Luhut, kehadiran sosok profesional yang tidak dapat diintervensi kepentingan mana pun menjadi kunci memulihkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

“Saya akan lapor ke Bapak Presiden Prabowo Subianto, cari anak muda yang punya pengalaman dan kredibilitas di pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa pun,” ujar Luhut di Kantor DEN Jakarta seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/2).

Ia menegaskan, gejolak yang terjadi belakangan ini tidak cukup dijawab dengan respons jangka pendek, melainkan membutuhkan reformasi menyeluruh dan terstruktur.

Tekanan terhadap pasar saham domestik menguat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya pada 28 Januari lalu. 

Keputusan tersebut memicu sentimen negatif di kalangan investor dan diikuti mundurnya sejumlah pejabat di sektor pasar keuangan, memperdalam kekhawatiran terhadap tata kelola dan stabilitas industri.

Adapun saat ini, Presiden Prabowo tengah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk mencari calon pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK. Pansel tersebut dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 16/P Tahun 2026 tertanggal 9 Februari 2026. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat pemerintah serius melakukan pembenahan struktural di sektor jasa keuangan.

Luhut menekankan, reformasi pasar modal harus dimulai dari penempatan figur-figur profesional yang bersih, independen, dan berani mengambil keputusan strategis tanpa tekanan politik maupun kepentingan kelompok tertentu. 

Ia optimistis, dengan dukungan penuh Presiden dan komitmen reformasi yang konsisten, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dapat dipulihkan secara bertahap.

"Saya pikir, simpul-simpul kecil ini kalau kita satukan nanti dengan kepercayaan yang bagus, dengan program Presiden yang saya lihat juga sangat bagus, itu tidak ada masalah," tambahnya.

Dorongan reformasi ini menjadi ujian penting bagi pemerintah dalam menjaga reputasi Indonesia di panggung pasar keuangan global, sekaligus memastikan stabilitas dan transparansi yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini, posisi Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dijabat Jeffrey Hendrik menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Sementara itu, kepemimpinan OJK berada di tangan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua merangkap Wakil Ketua Dewan Komisioner, dengan Hasan Fawzi menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon menggantikan Inarno Djajadi.