periskop.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan belanja pemerintah yang agresif berfungsi vital sebagai penyeimbang utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Strategi ini dinilai sukses menjaga stabilitas permintaan domestik saat tantangan eksternal meningkat.
"Belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan ekonomi," katanya dalam acara Indonesia Economic Outlook di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Airlangga menyoroti lonjakan tajam pada pos belanja modal pemerintah. Realisasi investasi sektor publik ini tumbuh sangat signifikan dibandingkan komponen pengeluaran lainnya.
"Investasi tumbuh signifikan 5,09% dan belanja modal pemerintah, ini juga luar biasa, tumbuh 44,2%," ujarnya.
Belanja negara yang kuat terbukti sukses menopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98%. Stimulus ini dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat, terutama saat momen hari besar keagamaan.
"Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat dari pada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat," jelasnya.
Langkah ini dinilai strategis mengingat kondisi eksternal yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksi stagnan menurut berbagai lembaga internasional.
"Pertumbuhan ekonomi global stagnant di 3%," tuturnya.
Efektivitas kebijakan fiskal terlihat jelas pada kinerja akhir tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi kuartal keempat mampu bertahan positif meski tekanan global meningkat.
"Secara khusus di kuartal keempat tumbuh 4,55%," ungkapnya.
Pemerintah memastikan tren positif belanja ini terus berlanjut. Kementerian Keuangan didorong segera mencairkan anggaran sejak awal tahun untuk memacu perputaran uang.
"Jadi ini yang kita harapkan di kuartal pertama juga bisa dilontorkan oleh Kementerian Keuangan," tegasnya.
Strategi counter-cyclical ini akan terus dipertahankan demi mencapai target pembangunan. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,4% hingga 5,6% dengan dukungan belanja yang berkualitas.
Tinggalkan Komentar
Komentar