periskop.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkenalkan Danantara sebagai mesin penggerak baru untuk investasi dan sumber pembiayaan strategis di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lembaga ini dirancang untuk mengakselerasi produktivitas nasional tanpa membebani kas negara.
Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan arahan dalam acara Indonesia Economic Outlook di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
"Danantara ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis," katanya.
Airlangga menekankan posisi vital Danantara dalam ekosistem ekonomi Indonesia. Lembaga ini harus bekerja beriringan dengan mesin pertumbuhan lainnya, yakni belanja pemerintah dan investasi dari pelaku usaha swasta.
Sinergi ketiga elemen tersebut dinilai mutlak diperlukan. Kolaborasi yang padu akan menjadi daya dorong utama bagi ekonomi Indonesia untuk melesat dalam waktu dekat.
"(Menjadi) penggerak utama pendukung pembiayaan yang non-APBN diantaranya melalui Danantara," jelasnya.
Kehadiran Danantara menjadi solusi atas keterbatasan ruang fiskal pemerintah. Program-program prioritas yang membutuhkan dana besar kini memiliki alternatif pembiayaan yang lebih fleksibel dan berorientasi investasi.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga secara khusus menyapa jajaran pimpinan Danantara yang hadir. CEO Danantara Rosan Roeslani disebut baru saja tiba di Tanah Air untuk langsung mengikuti agenda strategis ini.
"Dan kami ucapkan terima kasih kepada CEO Danantara yang baru landing, Pak Rosan, beserta jajaran Danantara," ujarnya.
Pemerintah mengibaratkan ekonomi Indonesia seperti pesawat yang siap tinggal landas. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan mesin-mesin pertumbuhan yang bekerja maksimal.
Indonesia pernah hampir mencapai fase ini pada tahun 1998, namun terhalang krisis global. Kini, peluang untuk take off kembali terbuka lebar dalam dua tahun ke depan.
"Nah sekarang kita akan take off dalam 2 tahun ke depan," tuturnya.
Danantara diharapkan mampu menerapkan tata kelola investasi yang baik. Kontribusinya akan sangat menentukan pencapaian target pertumbuhan ekonomi agresif yang dicanangkan Presiden.
Tinggalkan Komentar
Komentar