Periskop.id - Pemerintah menyiapkan total 36.660 armada transportasi dari berbagai moda, untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Kami siapkan semua unit sarana maupun juga prasarana. Unit untuk sarananya baik dari kendaraan bus, kemudian kapal feri, pesawat, dan kereta api," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, dikutip Sabtu (7/3). 

Ia mengatakan, armada tersebut terdiri dari sekitar 31.300 unit bus yang disiapkan untuk melayani perjalanan darat masyarakat menuju berbagai daerah tujuan mudik di Pulau Jawa, maupun wilayah lainnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 841 kapal laut serta 254 kapal feri penyeberangan, guna mendukung mobilitas penumpang antar pulau selama periode angkutan Lebaran.

Sementara untuk moda transportasi udara dan perkeretaapian, Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 372 pesawat, serta 3.893 gerbong kereta api untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.

"Kita menyiapkan sarananya agar bisa mengakomodir masyarakat yang akan mudik," ujarnya. 

Lebih lanjut Dudy mengatakan Kementerian Perhubungan juga melakukan pemeriksaan kelaikan terhadap seluruh moda transportasi yang disiapkan untuk angkutan Lebaran. Hal ini guna memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah instrumen pengawasan seperti ramp check dan surveillance pada berbagai moda transportasi. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh armada transportasi yang akan digunakan selama periode mudik dan arus balik berada dalam kondisi laik operasi.

Dengan kondisi armada yang laik jalan dan aman, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik maupun arus balik dengan rasa aman dan nyaman. Menurut Dudy, pemeriksaan kelaikan armada sebenarnya telah dilakukan sejak periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dan terus dilanjutkan menjelang angkutan Lebaran.

Pemeriksaan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan arus mudik dimulai, sehingga seluruh sarana transportasi telah siap digunakan. Selain memastikan kesiapan armada, menurut dia, pemerintah juga menyiapkan sistem pengawasan operasi angkutan Lebaran berbasis digital yang terintegrasi dengan berbagai simpul transportasi.

Pemantauan tersebut mencakup berbagai fasilitas transportasi, seperti terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, hingga lintas penyeberangan yang menjadi titik pergerakan masyarakat. Sistem digital tersebut memungkinkan pemerintah memantau kondisi lapangan secara real time, sekaligus mengambil keputusan secara cepat apabila terjadi kepadatan atau gangguan operasional.

Pemantauan dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan antara lain Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Untuk mendukung pemantauan tersebut, Kementerian Perhubungan telah mengintegrasikan sekitar 7.100 titik kamera pemantau atau CCTV, serta menyiapkan pemantauan udara melalui sekitar 60 drone yang ditempatkan pada 80 titik strategis.

Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan pergerakan penumpang Lebaran 2026 diperkirakan turun sekitar 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dari 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang.

Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret, setelah pihaknya mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk membantu mengurangi kepadatan arus mudik. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idulfitri berakhir.

Volume Lalu Lintas
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Khususnya pada jalur-jalur utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume lalu lintas.

“Strategi utama yang kami lakukan adalah memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap, tidak berlubang, dan seluruh bangunan pelengkap jalan dalam kondisi baik sehingga aman dan nyaman dilalui para pemudik,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan kesiapan jaringan jalan nasional juga menjadi perhatian utama pemerintah menjelang mudik Lebaran. Menurut dia, jaringan jalan nasional non-tol sepanjang 47.603,39 kilometer (km) saat ini berada dalam kondisi mantap, dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5%.

Sedangkan, jaringan jalan tol yang siap melayani arus mudik mencapai 3.115,98 km yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jalur mudik seperti bencana alam atau kerusakan infrastruktur, Kementerian PU menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) yang terdiri dari peralatan berat, material, serta personel pendukung yang siaga di berbagai wilayah, lanjutnya. 

Sebanyak 1.461 unit peralatan disiapkan dan disebar di seluruh Indonesia selama periode siaga mudik, guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan pada jalan nasional. Selain itu, berbagai material tanggap darurat seperti jembatan bailey, bronjong, sandbag, cold mix asphalt, serta material perbaikan cepat lainnya juga telah disiapkan.

Ia mengatakan Kementerian PU juga menyiapkan 496 posko mudik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memantau kondisi jalan serta memberikan dukungan teknis di lapangan. Posko-posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan kondisi lalu lintas dan penanganan cepat apabila terjadi gangguan pada jalur mudik.

Sebagai sumber informasi bagi masyarakat, Kementerian PU menyediakan Microsite Informasi Jalur Lebaran yang dapat diakses melalui laman mudik.pu.go.id untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi jalan nasional dan jalan tol, titik rawan kemacetan maupun bencana, lokasi posko mudik, hingga layanan infrastruktur yang tersedia di sepanjang jalur mudik Lebaran 2026.

Layanan informasi juga dapat diakses melalui aplikasi pemantauan yang disediakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) seperti Travoy oleh Jasa Marga dan HK Toll Apps oleh Hutama Karya. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan terkait kondisi jalan nasional dan jalan tol melalui kanal layanan “Halo Pak Dody” yang dapat diakses melalui akun Instagram Menteri PU @dody_hanggodo.

Dengan kesiapan infrastruktur jalan, dukungan kebijakan diskon tarif tol, serta berbagai langkah strategis tersebut, diharapkan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.