Periskop.id - Pengelola Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memastikan kesiapan fasilitas untuk tempat singgah dan beristirahat di tujuh rest area, ruas jalan Tol Cipali sepanjang musim mudik-balik Lebaran 2026.

Group Chief Executive Officer Astra Infra Firman Yosafat Siregar dalam keterangannya, Selasa (10/3), ada tujuh rest area aktif di KM 86, 102, 130 dan 166 arah Cirebon, serta KM 164, 130, dan 101 arah Jakarta, serta tambahan satu rest area.

Dari sisi penyiapan rest area, Astra Infra memastikan ketersediaan SPBU, SPKLU, toilet, mushala, area parkir, serta beragam pilihan kuliner. fungsional di KM 77 arah Jakarta. Rest area tersebut dilengkapi dengan SPBU modular, SPKLU, serta kantong parkir tambahan.

Selain itu pihaknya menyiagakan lebih dari 800 petugas dengan 80 kendaraan operasional, serta koordinasi dengan aparat terkait untuk melayani selama 24 jam pengguna jalan yang membutuhkan bantuan. Astra Infra juga telah menyiapkan lebih dari 500 unit CCTV terintegrasi yang didukung oleh tujuh unit traffic counter, dan layanan sentra komunikasi 24 jam.

Sebagai upaya dalam mengantisipasi kepadatan, Astra Infra Toll Road Cikopo-Palimanan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan stakeholders, serta mempersiapkan prasarana yang diperlukan untuk pemberlakuan rekayasa lalu lintas.

Dengan demikian, pihaknya siap 6,8 juta kendaraan yang diprediksi akan melalui ruas tol Astra infra selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Angka ini meningkat sekitar 2,1% dibandingkan volume lalu lintas kendaraan pada periode yang sama pada tahun 2025.

Tidak Memaksakan Diri
Sebelumnya, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh sudah Lelah. Menurutnya, tidak perlu menunggu hingga tiba di rest area untuk beristirahat.

"Kalau sudah capek, langsung menepi ke kiri. Tidak perlu menunggu sampai rest area," katanya dalam konferensi pers persiapan mudik 2026 bersama BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin.

Untuk mendukung keselamatan pemudik, Korlantas Polri telah menyiapkan tim khusus yang akan berpatroli secara perlahan di sepanjang jalur mudik. Tim tersebut terdiri dari unsur kepolisian, ambulans dari tenaga kesehatan, serta kendaraan derek.

Tim ini bertugas mengantisipasi kecelakaan fatal maupun insiden yang dapat menghambat kelancaran arus mudik. Strategi tersebut telah disiapkan secara matang oleh pimpinan sebagai bagian dari pengamanan operasi mudik.

Selain itu, Polri juga akan memberikan pemberitahuan dan imbauan kepada para pengguna rest area terkait batas maksimal waktu penggunaan fasilitas tersebut. Langkah itu dilakukan agar terjadi pergantian pengguna dan tidak menimbulkan kepadatan.

Sandhi mencontohkan pengalaman pada 2019 saat bertugas di Jawa Tengah. Saat itu, rest area KM 429 menjadi titik favorit sebelum adanya rest area KM 456–459. Banyak pengendara berbondong-bondong menuju lokasi tersebut hingga menyebabkan kemacetan panjang.

"Dari pengalaman itu, kami akan menerapkan imbauan terkait batas maksimal waktu penggunaan rest area agar bisa bergantian dan tidak terjadi penumpukan kendaraan," tuturnya.

Sandhi juga berpesan kepada para pemudik untuk menjaga stamina selama perjalanan mudik maupun arus balik. Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi faktor utama keselamatan di jalan.

"Caranya macam-macam, ada yang minum vitamin, suplemen, berhenti sejenak, atau mendengarkan musik, tetapi, yang terpenting stamina terjaga agar tetap fokus dan konsentrasi," imbuhnya. 

Ia juga mengingatkan pengendara untuk tetap percaya diri dan tidak terburu-buru. Mudik bukan ajang balap atau adu cepat di jalan raya. "Semakin Anda terburu-buru dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, potensi risiko keselamatan juga semakin besar," ucap Sandhi.

Terkait pencegahan kelelahan, Sandhi kembali menekankan agar pengemudi segera menepi ke sisi kiri jalan jika sudah merasa mengantuk atau lelah. Pengendara tidak perlu khawatir karena kendaraan patroli akan memberikan perlindungan dari belakang.

'Tim khusus yang berpatroli akan mengawal dari belakang dengan rotator menyala untuk melindungi kendaraan yang sedang beristirahat. Jadi, tidak perlu takut untuk menepi," kata Sandhi.