Periskop.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 121 ribu tiket Whoosh terjual pada masa periode Angkutan Lebaran 2026. General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa mengatakan, jumlah tiket tersebut telah terjual mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

"Jadi, jatuhnya itu mulai dari tanggal 13 kemarin sampai dengan tanggal 30 (Maret). Nah, kalau kita melihat sampai dengan saat ini, tiket yang sudah terjual mulai dari 13 sampai dengan tanggal 30, itu sudah sekitar 121 ribu tiket," ucapnya seperti dilansir Antara, di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Eva juga menjelaskan, penjualan tiket diprediksi akan terus meningkat karena periode penjualan masih terus dibuka untuk memaksimalkan masa angkutan Lebaran. "Nah, tetapi jumlah ini pasti akan terus bertambah, karena penjualan tiket masih terus dibuka," ucapnya.

Prediksi itu, ujar dia, dilihat dari karakteristik penumpang Whoosh yang memesan tiket keberangkatan mendekati hari Lebaran, yakni pada H-1.

"Karakteristiknya untuk penumpang Whoosh ini, mereka membeli tiket itu di momen yang sama dengan hari keberangkatan. Jadi, biasanya pada saat hari keberangkatan ini akan meningkat pesat dan kalau kita melihat tahun-tahun sebelumnya, untuk penumpang tertinggi, lonjakan itu akan terjadi biasanya di H-1 Lebaran," bebernya. 

Waktu keberangkatan maupun kepulangan yang sangat singkat, tutur Eva, menjadikan masyarakat dapat mengatur perjalanannya dengan efisien. Karakteristik tersebut diasumsikan bisa menimbulkan lonjakan penumpang yang sangat signifikan.

"Jadi, hari pertama Lebaran sampai dengan momen liburan berakhir, itu akan terjadi lonjakan penumpang yang sangat signifikan. Kenapa? Karena kita melihat dari karakteristik kereta Whoosh ini, perjalanan kan hanya 30 menit sampai dengan 40 menit ya, beda dengan kereta api jarak jauh," ucap Eva.

Lebih Efisien
Sejumlah pemudik di Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim, Jakarta Timur, Rabu mengakui moda transportasi Whoosh membuat perjalanan mereka lebih efisien dan cepat.

Salah satu pemudik bernama Hafid, warga Jakarta Selatan mengatakan, adanya Whoosh tidak perlu membuat dia menghadapi kendala kemacetan jika menggunakan moda transportasi darat.

"Karena dari segi efisiensi waktu itu lebih cepat ya. Apalagi kalau sekarang musim mudik ini kan pasti jalan lewat jalan tol atau segala macam macet kan. Kalau dengan ada kereta ini lebih cepat lah gitu," ujarnya.

Ia juga menjelaskan keberangkatannya hari ini untuk bertemu keluarga di Bandung dan berpergian ke tempat-tempat wisata di Pangalengan dan Ciwidey.

Sebagai seorang pegawai wiraswasta, dia menyampaikan bahwa keberangkatannya menggunakan KCIC sudah sering dilakukan untuk persoalan bisnis.

“Sering sih, kebetulan sering. Karena setiap kali ada urusan kerjaan, pulang pergi Jakarta-Bandung juga pakai kereta," ucapnya.

Selain itu, Hafid menyebutkan kualitas Whoosh sudah sesuai dengan harga yang ditawarkan, dari segi fasilitas maupun kenyamanan selama perjalanan.

"Kalau dibanding harga, ya ada harga ada kualitas lah ya. Kalau misalnya dibanding sama harga apa, kayak misalnya travel atau segala macam, ya memang jauh lah ya, tetapi worth it lah dengan layanan yang diberikan," tuturnya. 

Pemudik dari Bandung yang akan berlebaran di Cijantung, Jakarta TImur, Noval bersama istri dan kedua anaknya mengatakan, Whoosh menjadikan pengalaman perjalanan mereka nyaman karena akses transportasi umum terhubung dengan stasiun.

"Ya, fasilitas disini lengkap juga kan ada. Semua disediakan juga untuk mudiknya juga, gampang juga dapat akses kendaraannya dari mana-mana," pungkasnya.