Periskop.id - Total penjualan tiket kapal PT Pelni selama periode Angkutan Lebaran 2026 dari 6 Maret hingga 6 April 2026 mencapai 56,5% dari total ketersediaan tiket yang ada.
“Total penjualan tiket kapal dalam periode ini mencapai 424.836 penumpang (pax) atau 56,5% dari total ketersediaan tiket 751.550 pax,” kata Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani di Jakarta, Rabu (18/3)
Ia memprediksi penjualan tiket ini masih akan terus bertambah seiring dengan periode arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Tri Andayani menyampaikan, dalam menghadapi arus mudik pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.
“Termasuk melalui transformasi digital yang berorientasi pada kemudahan akses dan kenyamanan penumpang,” kata dia.
Ia mengatakan, pada Rabu ini merupakan puncak arus mudik dan terlihat antusias penumpang yang memanfaatkan program potongan harga 30 % yang diberikan pemerintah.
"Potongan harga ini membuat jumlah penumpang di angkutan Lebaran ini naik karena program ini berlaku di semua rute perjalanan," kata dia.
Pihaknya mencatat, hingga 18 Maret 2026 pelabuhan keberangkatan terpadat di angkutan Lebaran adalah Makassar dengan jumlah 35.393 pax. Diikuti Balikpapan dengan 29.448 pax, Batam dengan 28.623 pax, Ambon 23.866 pax dan Bau-Bau 19.850 pax.
Sementara pelabuhan dengan kedatangan terpadat hingga saat ini adalah Surabaya dengan 49.436 pax, Makassar dengan 35.023 pax, Belawan dengan 26.963 pax, Bau-Bau 25.979 pax dan Ambon 21.879 pax
Kemudian untuk ruas terpadat hingga saat ini adalah Batam menuju Belawan dengan 24.006 pax. Setelah itu Belawan menuju Batam dengan 15.340 pax, setelah itu Balikpapan menuju Surabaya dengan 11.945 pax.
Selanjutnya, rute Kumai menuju Semarang dengan 10.707 pax dan Makassar menuju Semarang dengan 10.707 pax. PT Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Pelni juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP)!dengan kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.
PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede dan untuk pelayanan bisnis logistik. Termasuk juga mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
Puncak Arus Mudik
Sementara itu, jumlah penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) saat puncak arus mudik tahun ini tercatat mencapai 28 ribu orang.
“Hari ini merupakan puncak arus mudik dengan 28.078 penumpang yang dijadwalkan melakukan perjalanan menggunakan kapal Pelni,” kata Tri.
Ia mengklaim realisasi penumpang pada Rabu ini melampaui proyeksi awal yaitu 27.350 penumpang atau meningkat sekitar 2,7%. “Sementara total penumpang dari tanggal 6 Maret 2026 hingga 18 Maret 2026 telah mencapai 253.208 orang,” jelasnya.
Menurut dia, angka tersebut terdiri dari 226.897 penumpang kapal penumpang dan 26.311 penumpang kapal perintis dalam periode mudik tahun ini. Ia mengimbau kepada calon penumpang untuk menyiapkan dokumen identitas yang valid, datang tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan.
“Selain itu, selalu mengikuti arahan petugas di pelabuhan guna memastikan kelancaran proses keberangkatan,”tturnya.
Ia juga menambahkan, dalam survei kepuasan pelanggan yang dilakukan Pelni dari 2022 hingga 2025 secara konsisten berada pada kategori sangat puas. Menurutnya, pada 2022 hingga 2024, aplikasi Pelni Mobile hanya mendukung pemesanan tiket digital.
Kemudian pada 2025, pihaknya menambahkan fitur check-in dan cetak e-boarding pass. Lalu pada tahun ini, tersedia layanan pengembalian uang daring (refund online) dan transfer tiket juga akan segera diimplementasikan. “Ini semua untuk meningkatkan kepuasan masyarakat menggunakan layanan kami,” kata dia.
Sementara untuk jumlah pengguna aplikasi terus mengalami peningkatan dari 447.127 pengguna pada 2024 menjadi 531.485 pengguna pada 2025 atau naik sekitar 18,9%
Adapun transaksi melalui Pelni Mobile juga melonjak signifikan dari hanya 1.484 transaksi pada 2022 menjadi 679.906 transaksi pada 2025 atau meningkat lebih dari 45.700%. “Transformasi ini membuktikan bahwa Pelni semakin memudahkan akses masyarakat dalam menggunakan layanan kapal Pelni,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar