periskop.id - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengunjungi para korban kecelakaan kereta api yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Dalam kunjungannya, AHY mengungkapkan mayoritas korban adalah pekerja perempuan.

Berdasarkan dialog langsung dengan pasien, AHY mendapati para korban umumnya sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja saat musibah terjadi pada Senin malam.

“Rata-rata kalau saya tanya tadi, mereka pulang kerja dari berbagai lokasi. Hampir semua perempuan karena mayoritas adalah pekerja wanita yang menggunakan gerbong khusus KRL perempuan,” kata AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Saat meninjau ruang perawatan, AHY mendapati kondisi pasien cukup beragam. Beberapa korban sedang menunggu jadwal operasi akibat luka serius pasca-benturan keras antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line (KRL).

“Tadi saya sempat berdialog dengan pasien, kondisinya beragam. Ada yang mengalami patah tulang atau dislokasi di pundak, kaki, dan tangan. Namun semua masih bisa berkomunikasi serta didampingi keluarganya,” ucap AHY.

Hingga Selasa siang (28/4), total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 15 orang. AHY menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas kehilangan besar tersebut.

AHY juga memberikan apresiasi terhadap kesigapan tim medis dan pemerintah daerah. Ia menyebutkan sebanyak 163 ambulans dikerahkan secara serentak sesaat setelah kecelakaan untuk membawa korban ke 10 rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Dalam situasi kritis, kecepatan evakuasi yang menentukan keselamatan manusia. Terima kasih atas penanganan cepat dari Wali Kota dan tim, termasuk RSUD, KAI, Jasa Raharja, serta BPJS Kesehatan,” tutur AHY.

Sebelum meninjau rumah sakit, AHY telah melakukan rapat darurat di Stasiun Bekasi Timur bersama Kementerian Perhubungan, KAI, dan KNKT untuk membahas langkah taktis serta proses pemulihan gerbong.

“KNKT diharapkan segera melakukan investigasi dan melaporkan hasilnya. Intinya, saat ini kita ingin memastikan semua korban mendapat perawatan medis yang baik dan segera pulih agar bisa kembali beraktivitas,” ungkap AHY.

Senin malam (27/4) menjadi momen kelam bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Sekitar pukul 20.53 WIB, tabrakan keras terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara Commuter Line jurusan Jakarta–Cikarang dengan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan tersebut menimpa gerbong khusus KRL perempuan.

Munir, salah satu penumpang selamat, menceritakan detik-detik kejadian. Ia berada di gerbong keempat dari belakang saat Commuter Line berhenti di jalur 1. Beberapa menit kemudian, Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan menghantam keras gerbong paling belakang Commuter Line.